Seorang Petani Tewas Tertemper KA Argo Anjasmoro di Kradenan Grobogan Saat Melintasi Rel

Arif Fajar
Evakuasi jenazah korban temperan KA Argo Anjasmoro di Kradenan, Grobogan oleh petugas, Jumat (30/10/2026). (Foto: Dok Polsek Kradenan)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Seorang petani bernama Podo (58) warga Pandanharum, Kecamatan Gabus tewas tertemper kereta api ketika hendak ke sawah di Desa Kradenan, Jumat (30/10/2026).

Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban saat itu hendak menuju ke sawah mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter tanpa plat nomor.

Sesampainya di lokasi kejadian, korban bermaksud menyeberangi rel bukan di perlintasan. Akibatnya korban gagal naik, ketika hendak turun di saat bersamaan datang kereta api.

KA Argo Anjasmoro jurusan Jakarta-Surabaya melaju dari arah barat. Beberapa petani yang berada dekat lokasi kejadian sempat mengingatkan korban.


Jenazah korban temperan sepeda motor dan KA Argo Anjasmoro di Kradenan, Grobogan diserahkan ke keluarga, Jumat (30/10/2026). (Foto: Dok Polsek Kradenan)

 

Menurut saksi Saparman (76) dan Parjianto (57) yang berada di dekat lokasi sempat berteriak,”Pak awas enek sepur (Pak awas ada kereta api).”

Namun teriakan keduanya sudah terlambat, menurut Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo, tubuh korban dan sepeda motornya tertemper KA Argo Anjasmoro.

Kejadian itu  diinformasikan kepada Kades Kradenan dan dilaporkan ke Polsek Kradenan. Piket SPKT, Kanit Reskrim Polsek Kradenan bersama Tim Inafis Polres Grobogan mendatangi lokasi.

Setelah meminta keterangan saksi dan melakukan oleh TKP serta pemeriksaan jenazah korban, lanjut AKP Edy, jenazah diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

Sementara Manager Humas Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, KA Argo Anjasmoro tertemper pengendara sepeda motor di jalur hulu petak jalan Kradenan–Sulur.

Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) KA Argo Anjasmoro lanjut Luqman Arif, telah membunyikan semboyan 35 atau tanda peringatan berupa suara suling lokomotif secara berulang kali. 

Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga temperan tidak dapat dihindarkan antara korban beserta sepeda motornya dengan KA Argo Anjasmoro.

“PT KAI Daop 4 Semarang menyayangkan kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi jalur kereta api melalui perlintasan liar maupun JPL yang telah ditutup,” tambahnya.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network