Korban Meninggal Mobil Pengantar Haji Tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan Jadi 5 Orang
GROBOGAN,iNewsMuria.id – Kabar duka kembali menyelimuti musibah kecelakaan maut mobil pengantar haji dan KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan kereta api Jalan Desa Tuko-Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Korban jiwa dalam insiden tragis tersebut kini bertambah menjadi lima orang, Sabtu (2/5/2026). Korban terbaru adalah Indah Setyowati, yang sempat menjalani perawatan intensif setelah dirujuk ke RS Sultan Agung Semarang.
Untuk diketahui, Indah Setyowati merupakan ibu dari Shazia Belvania Mutia, balita berusia 2,5 tahun yang telah lebih dulu dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Indah Setyowati dikabarkan mengembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026) malam.
Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani, yang sejak awal mengawal proses rujukan korban ke Semarang, mengonfirmasi kabar duka tersebut.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, menurut Kasat Lantas Polres Grobogan, korban dinyatakan meninggal dunia menjelang tengah malam.
"Benar (meninggal). Kemarin kami tanyakan kondisi Bu Indah ke pihak keluarga dan diinformasikan bahwa Bu Indah meninggal dunia sekitar pukul 22.40 WIB di RS Sultan Agung Semarang," ujar AKP Kumala pada Sabtu (2/5/2026).
Kepergian Indah meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Sidorejo. Edwin, salah satu tetangga korban, membenarkan bahwa jenazah dimakamkan pada Sabtu pagi.
"Iya, meninggal tadi malam. Pagi ini dimakamkan," ungkap Edwin singkat.
Dengan meninggalnya Indah, maka total seluruh penumpang di dalam mobil pengantar haji tersebut kini berjumlah lima orang meninggal dunia.
Berikur daftar korban meninggal, Ny Dalni (52) dan Muhammad Sakroni (52) warga Desa Ngablak, Kemloko, Godong. Lalu Naila Dwi K (11) Warga Dusun Prau, Mlowokarangtalun, ibu dan anak, Indah Setyowati (27) dan Shazia Belvania Mutia (2,5) Warga Desa Sidorejo.
Peristiwa mobil Avanza rombongan pengantar haji tertemper KA Argo Bromo Anggrek terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di perlintasan kereta api Jl Desa Tuko-Sidorejo, Kamis (1/5/2026) dini hari.
Menurut Kepala Dusun (Kadus) Sidorejo, Heri Siswanto, rombongan tersebut terdiri dari beberapa kendaraan yang beriringan mengantar keluarga mereka menuju lokasi pemberangkatan di Purwodadi.
Dikatakan Kadus Sidorejo, saat sebelum kejadian, kondisi lokasi masih gelap dan diselimuti kabut tebal yang diduga menghalangi pandangan pengemudi saat hendak melintasi perlintasan kereta api.
Mobil pertama yang membawa calon jamaah haji berhasil melintasi rel dengan selamat. Namun, mobil kedua yang mengangkut sembilan orang penumpang tertabrak kereta api yang melaju kencang dari arah barat.(*)
Editor : Arif F