Pulang Ziarah, Nenek 81 Tahun Meninggal Tertemper Kereta Api di Gubug Grobogan
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Niat hati ingin segera pulang usai berziarah, seorang perempuan lanjut usia berinisial K (81) harus mengalami nasib tragis. Warga Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, ini tewas seketika setelah tertemper KA Kalingga Cargo di jalur rel KM 29+700 lintas Tegowanu–Gubug, di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, pada Jumat (7/8/2026).
Insiden bermula ketika korban berjalan kaki melintasi jalur rel kereta api seusai menjalankan ziarah. Di saat bersamaan, KA Kalingga Cargo melintas menuju arah Surabaya.
Menurut keterangan di lokasi, masinis kereta sebenarnya telah berupaya memberikan isyarat peringatan dengan membunyikan klakson berulang kali. Namun, karena keterbatasan pendengaran atau faktor usia, korban diduga tidak sempat menghindar hingga akhirnya kecelakaan tak terhindarkan.
Kejadian ini pertama kali terungkap setelah masinis KA Kalingga Cargo melaporkan adanya dugaan orang tertemper kereta kepada petugas Stasiun Gubug. Mendapat laporan tersebut, petugas stasiun langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi dan mendapati korban sudah tak bernyawa di sisi rel, yang kemudian diteruskan ke Polsek Gubug.
Tak lama setelah laporan diterima, personel gabungan dari Polsek Gubug bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Gubug I langsung mendatangkan tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto menyampaikan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah-langkah kepolisian setibanya di lokasi.
"Dari hasil pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban," ungkap AKP Anang Heriyanto.
Setelah proses pemeriksaan selesai dan dipastikan murni kecelakaan, jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan secara
Menanggapi insiden memilukan ini, pihak kepolisian tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur rel tanpa palang pintu.
"Pastikan kondisi benar-benar aman sebelum menyeberang, selalu patuhi rambu-rambu, dan utamakan keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkas AKP Anang Heriyanto.
Sementara Manager Humas Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan pihaknya prihatin dengan kejadian tersebut. Kereta Api Kalingga Cargo setelah dilakukan pengecekan kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya.
KAI Daop 4 menurut Luqman sebenarnya sejak Januari hingga Juli 2026 sudah melakukan 220 kali sosialisasi keselamatan perkeretaapian di sekolah-sekolah dan melakukan penutupan belasan perlintasan liar.
Editor : Arif F