get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Grobogan Ajak Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Lebaran, Perbedaan Adalah Anugerah

Prosesi Boyong Grobog Hari Jadi Tiga Abad Grobogan Pas Ramadan, Dilaksanakan Sederhana Penuh Makna

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:44 WIB
header img
Bupati Grobogan Setyo Hadi dan Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo saat prosesi Boyong Grobog, HUT ke 300 Grobogan, Selasa (3/3/2026).(Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Bertepatan dengan Ramadan, Boyong Grobog yang merupakan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke 300 tahun ini dilaksanakan dengan sederhana, pada Selasa (3/3/3026).

Boyong Grobogan merupakan prosesi perpindahan Ibukota Kabupaten Grobogan dari  Kelurahan Grobogan pindah ke Purwodadi sebagai pusat pemerintahan.

Bupati dan Wakil Bupati Grobogan Setyo Hadi dan Sugeng Prasetyo didampingi istri yang kali kedua mengikuti kegiatan ini mengenakan pakaian tradisional Jawa beserta Forkompimda dan pejabat di Grobogan.

Prosesi Boyong Grobog diawali di Kelurahan Grobogan yang merupakan awal Ibukota Kabupaten Grobogan sebelum dipindahkan ke Kelurahan Purwodadi.

Setelah prosesi di Kelurah Grobogan, rombongan Bupati dan Wakil Bupati melakukan perjalanan ke Pendapa Kabupaten Grobogan. Tidak ada arak arakan dari Kelurahan Grobogan.


Penyerahan Grobog oleh Bupati, Wabup, Sekda, Asisten Pemerintahan dan Ketua DPRD Grobogan, Selasa (3/3/2026).(Arif Fajar)

Namun sebagai gantinya, Bupati Setyo Hadi dan Istri juga Wakil Bupati Sugeng Prasetyo dan istri menaiki kereta kencana dari depan Kantor ATR BPN menuju Pendapa Grobogan. 

Selama perjalanan, rombongan kereta kencana yang dinaiki Bupati dan istri serta Wakil Bupati dan istri dikawal dua Manggolo Yudho menunggang kuda di bagian depannya.

Manggolo Yudho (Panglima Perang) dalam kegiatan Boyong Grobogan, adalah Dandim 0717 Grobogan Lektol Inf Wefri Sandiyanto dan Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono.

Begitu sampai di dekat pendapa rombongan Bupati berjalan kaki  dengan bagian depan pengawal berpakaian tradisional jawa serta iringan sejumlah putri jawa.

Rombongan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan disambut Asisten Kurnia Saniadi setelah itu dilakukan prosesi cuci tangan menggunakan air kembang sebagai perlambang membersihkan kotoran dari luar.

Berjalan menuju pendapa Kabupaten Grobogan di belakang Bupati dan Wakil Bupati, ada kotak atau Grobog berisi pusaka yang digotong oleh sejumlah orang berpakaian prajurit tradisional Jawa.

Memasuki pendapa dilakukan serah terima Grobogan diawali dengan penyerahan keris dan Grobog, selanjutnya diletakkan di Pendapa Kabupaten Grobogan.

Boyong Grobog kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena dihadiri Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang merupakan putra daerah asli Grobogan.

Menurut Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam sambutannya, mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Grobogan.

“Kehadiran Mas Dar (sapaan akrab Wamentan Sudaryono) yang asli Grobogan diharapkan bisa ikut memajukan Grobogan khususnya di bidang pertanian,” jelasnya.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut