get app
inews
Aa Text
Read Next : Sambut Hari Jadi ke Tiga Abad Grobogan, 1.000 Anak Yatim Terima Santunan dari Sukun Wartono

Unik, Puluhan Ucapan Selamat HUT Grobogan Menggunakan Tanaman Buah, Ternyata Ini Pertimbangannya

Rabu, 04 Maret 2026 | 16:08 WIB
header img
Deretan tanaman sebagai ucapan Selamat HUT Grobogan ke 300 di halaman Kantor Pemkab Grobogan, Rabu (4/3/2026).(Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Kabupaten Grobogan memasuki usia 300 tahun atau tiga abad pada 4 Maret 2026, HUT Grobogan diawali prosesi Boyong Grobogan dan upacara pada Rabu (4/3/2026) di Alun Alun Purwodadi.

Jika kegiatan perayaan biasanya penuh dengan karangan bunga ucapan selamat, namun HUT Grobogan ke 300 berbeda. Karena yang terpasang di lingkungan kantor Pemkab Grobogan justru puluhan pot berisi tanaman.

Data dari Setda Grobogan menyebutkan, ada 68 dinas, instansi atau pihak luar yang mengucapkan Selamat HUT Grobogan ke 300 dengan mengirimkan tanaman.

Hanya ada satu karangan bunga yang terpasang di depan pendapa Kabupaten Grobogan. Namun lainnya berjejer puluhan pot berisi tanaman mengitari bundaran air mancur depan pendapa.

Berdasar pendataan dari pihak Setda Grobogan, jenisnya ada tanaman buah yakni mangga, jeruk, kelengkeng, sawo, alpukat, dan durian. Sedangkan lainnya merupakan tanaman pule dan anting putri.

Ucapan Selamat HUT Grobogan dengan mengirimkan tanaman sebenarnya sudah dimulai tahun lalu, saat HUT ke 299 Kabupaten Grobogan, namun jumlahnya belum sebanyak saat ini.

Sekda Grobogan Anang Armunanto mengakui jika Pemkab Grobogan menyampaikan surat edaran kepada pihak terkait jika ingin menyampaikan ucapan, diminta sebaiknya berupa pohon atau tanaman.

Pertimbangannya menurut Sekda, supaya tidak menambah sampah jika ucapan selamat berupa karangan bunga yang menggunakan styrofoam atau gabus.

"Jika menggunakan tanaman kan bisa dimanfaatkan. Setelah ini disimpan di DLH dulu, kemudian diagendakan menanam bersama. Lokasinya tergantung DLH, tahun lalu kita tanam di sekitar Gedung Serbaguna Dewi Sri," jelasnya.

Mengenai jenis tanamannya, menurut Sekda Anang Armunanto bebas. Apakah mau bunga, tanaman buah atau pohon biasa yang biasa digunakan untuk turus jalan.

Kebijakan tersebut lanjut Sekda Grobogan bukan bermaksud mematikan pengusaha karangan bunga. Namun sebenarnya bisa disiasati jika mereka bisa juga ikut menyediakan tanaman sebagai ucapan selamat.

"Jika karangan bunga kan nanti setelah tidak dipakai kan menumpuk jadi sampah. Kalau tanaman bisa dimanfaatkan untuk lingkungan," tambah Sekda Grobogan Anang Armunanto.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut