Tiga Abad Kabupaten Grobogan: Bupati Setyo Hadi Ajak Masyarakat "Nyawiji" Bangun Daerah
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Kabupaten Grobogan resmi menginjak usia istimewa, yakni 300 tahun. Puncak peringatan hari jadi tiga abad tersebut ditandai dengan upacara.
Bupati Grobogan Setyo Hadi dengan mengenakan pakaian tradisional memimpin upacara yang digelar di Alun Alun Purwodadi, pada Rabu (4/3/2026).
Upacara dihadiri mantan Bupati Grobogan Turmudi Suwito, Agus Supriyanto, Bambang Pudjiono dan Sri Sumarni. Juga mantan Wabup Icek Baskoro dan Bambang Pudjianto, serta mantan Sekda Sugiyanto dan Moh Soemarsono.
Menurut Bupati, momentum tiga abad Kabupaten Grobogan bukan sekadar seremoni, melainkan ajang refleksi panjang atas perjalanan daerah serta seruan untuk memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat dalam membangun masa depan Grobogan.
Bupati Setyo Hadi menekankan bahwa usia 300 tahun adalah bukti ketangguhan masyarakat Grobogan. Ia memberikan penghormatan khusus kepada para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan.
“Tiga abad Kabupaten Grobogan adalah perjalanan sejarah panjang yang sarat nilai perjuangan dan pengabdian. Kita diajak menengok ke belakang sebagai bahan evaluasi, menatap masa kini dengan penuh tanggung jawab, dan merancang masa depan yang lebih baik,” ujar Setyo Hadi.
Meski baru memimpin selama satu tahun bersama Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo, Bupati Setyo Hadi memaparkan sejumlah prestasi yang berhasil dipertahankan dan diraih oleh Pemkab Grobogan, di antaranya:
Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang berhasil dipertahankan selama 10 kali berturut-turut. Inovasi Daerah: Meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif.
Prestasi Sektoral: Berbagai penghargaan di bidang kesehatan, penanggulangan bencana, keterbukaan informasi publik, hingga peningkatan investasi.
Disampaikan Bupati Setyo Hadi, peringatan HUT Grobogan tahun ini mengusung tema “Nyawiji Bangun Deso, Noto Kutho”. Tema ini mengandung visi strategis:
Membangun Desa (Bangun Deso): Menjadikan desa sebagai fondasi utama kemajuan ekonomi dan sosial. Menata Kota (Noto Kutho) : Menciptakan lingkungan perkotaan yang tertib, nyaman, dan memiliki daya saing tinggi.
Upacara ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT Satpol PP ke-76 dan HUT Pemadam Kebakaran ke-106. Bupati memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi personel dalam menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat.
Menutup prosesi upacara, Bupati Setyo Hadi berpesan agar masyarakat membuang jauh sekat perbedaan demi kemajuan bersama Kabupaten Grobogan.
"Hilangkan sekat perbedaan, pererat sinergi antar elemen masyarakat, dan terus bangun hubungan baik di seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.(*)
Editor : Arif F