get app
inews
Aa Text
Read Next : TK Ini Direkom Rintisan Sekolah Kurikulum Kemaritiman, Bunda Paud Jepara Dorong Peningkatan Mutu

Pasien Jantung BPJS Bakal Dilayani RSUD Kartini Tahun Ini, Tak Perlu Lagi Luar Kota

Kamis, 05 Maret 2026 | 11:08 WIB
header img
Tim medis RSUD RA Kartini Jepara melakukan penanganan pasien jantung dengan pembiayaan mandiri, baru-baru ini. (Foto/IST - Humas RSUD RA Kartini)


JEPARA, iNewsMuria id– Penderita jantung peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Jepara tak perlu lagi berobat ke luar kota. Sebab tahun ini mereka bakal bisa dilayani di RSUD RA Kartini Jepara.

Hal ini buah dari pertemuan yang dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, di Ruang 215 Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, awal pekan ini.

Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis terkait pengembangan layanan kesehatan di Kabupaten Jepara, khususnya peningkatan fasilitas dan layanan di RSUD RA Kartini yang memang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Bupati Witiarso Utomo.

Direktur RSUD RA Kartini dr Tri Iriantiwi mengatakan salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah  persetujuan layanan jantung intervensi (catheterization laboratory/cathlab) di RSUD RA Kartini oleh BPJS Kesehatan pada tahun 2026.

“Layanan jantung intervensi atau cathlab di RSUD RA Kartini direncanakan akan di-approve oleh BPJS pada tahun 2026. Layanan ini nantinya diprioritaskan untuk penanganan kasus jantung darurat,” ujarnya di Jepara, Kamis (05/03/2026).

Diketahui, RSUD RA Kartini sebenarnya sudah punya tenaga medis dan berbagai peralatan untuk penanganan penyakit jantung. Namun sejauh ini untuk penanganan jantung secara mandiri yang biayanya bisa tembus ratusan juta rupiah.

Sedang pasien jantung BPJS Kesehatan belum bisa dilayani di RSUD Kartini. Mereka harus berobat ke RSUD dr Loekmonohadi Kudus atau daerah lainnya yang melayani pasien BPJS Kesehatan. Namun di Kudus, pasien jantung asal Jepara harus antre menunggu bahkan hingga sebulan untuk pemasangan ring jantung atau tindakan lainnya.

Rupanya, ada yang menyampaikan persoalan ini ke Pimpinan Komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid. Wakil rakyat asal Jepara ini lantas mengunjungi RSUD RA Kartini dan berbincang langsung dengan dr Tri Iriantiwi dan jajarannya. Tak hanya itu, Abdul Wachid juga berkoordinasi dengan Wakil Menkes dr. Benjamin Paulus Octavianus.

Menurut Tri Iriantiwi, rencananya,  persetujuan layanan cathlab dari BPJS Kesehatan untuk RSUD Kartini pada tahun ini akan dibarengkan dengan 51 rumah sakit lain di Indonesia.

Selain terkait pelayanan jantung, saat pertemuan itu Pemkab Jepara juga menyampaikan usulan pengembangan RSUD RA Kartini yang meliputi pembangunan gedung, pengadaan alat kesehatan, serta penambahan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis dan subspesialis.

Tri Iriantiwi menambahkan dalam pertemuan tersebut juga dibahas kemungkinan dukungan dari Kementerian Kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Saat ini bantuan dari Kementerian Kesehatan melalui DAK lebih diprioritaskan untuk daerah 3T. Namun demikian, pihak Kemenkes akan mengecek kembali urgensi kebutuhan yang disampaikan dan kemungkinan dukungan untuk daerah dengan kemampuan fiskal yang rendah,” jelasnya.

Sementara itu, Abdul Wachid mengatakan bersyukur karena berdasar konfirmasi dari Wamenkes, persetujuan layanan cathlab dari BPJS Kesehatan untuk RSUD Kartini hanya tinggal menunggu waktu saja. Menurutnya jika sudah beroperasi maka layanan kesehatan di Kota Ukir bisa lebih andal dan bisa diakses untuk berbagai kalangan, termasuk peserta BPJS Kesehatan.

"Kemarin saat raker yang dipimpin pimpinan DPR Prof Sufmi Dasco dan dihadiri Bappenas, Kemenkes dan BPJS saya juga sampaikan hal itu. Alhamdulillah ini kabar menggembirakan jadi warga Jepara peserta BPJS tak perlu lagi ke luar kota, karena sebenarnya RSUD Kartini itu SDM dokter hingga peralatan untuk jantung itu lengkap dan memadai" tandas wakil rakyat asal Margoyoso Jepara ini. (*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut