BNNP Jateng Desak Daerah Percepat Perda Narkoba dan Alokasikan Anggaran P4GN
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah gelar rakor Akselerasi Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)
Melalui Gerakan Aksi Sinergi P4GN Optimal Lintas Sektor Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (GASPOL ANANDA BERSINAR) untuk Jawa Tengah di Pendapa Kabupaten Grobogan, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan diikuti OPD, DPRD, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, ormas, pemangku kepentingan dari Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Kota Salatiga.
Sebelumnya Kodim 0717 Grobogan menggelar penyuluhan P4GN kepada anggota yang dilaksanakan di aula Makodim Jalan Suhada No 2 Purwodadi, Kabupaten Grobogan, pada Rabu (10/6/2026).
Kegiatan sosialisasi P4GN yang disampaikan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Toton Rasyid diikuti ratusan prajurit.
Kedua kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam mendukung implementasi P4GN yang berkelanjutan.
Toton Rasyid, menyampaikan bahwa permasalahan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi pembangunan sumber daya manusia dan masa depan generasi bangsa.
Upaya P4GN harus dilaksanakan secara kolaboratif melalui keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Anak-anak menjadi prioritas perlindungan agar menjadi generasi yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Melalui GASPOL ANANDA BERSINAR, kami ingin membangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama bahwa pencegahan narkoba harus dimulai sejak dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat,” ujar Toton.
Ia menjelaskan masih ada dua isu utama yang perlu mendapat perhatian serius, yakni belum meratanya regulasi P4GN di Kabupaten/Kota serta perlunya peningkatan partisipasi seluruh stakeholder dalam mendukung program P4GN.
“Karena itu, BNNP Jawa Tengah mendorong optimalisasi pemanfaatan berbagai sumber pendanaan, baik melalui APBD, dana desa, hibah daerah, maupun CSR, agar program P4GN hingga tingkat desa dan kelurahan,” kata Toton.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Harso Susilo, menegaskan bahwa keberhasilan P4GN membutuhkan sinergi yang kuat seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, P4GN tidak dapat dipandang sebagai urusan satu instansi semata. Dibutuhkan komitmen bersama dalam penguatan regulasi, serta dukungan anggaran yang memadai.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat implementasi Perda P4GN dan menjadikan program ini sebagai upaya perlindungan generasi muda di Jawa Tengah,” ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Lusia Indah Artani, menegaskan bahwa DPRD memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan P4GN melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Menurutnya, keberadaan regulasi daerah dan dukungan APBD menjadi instrumen strategis untuk memastikan program P4GN dapat terlaksana secara optimal.
Sedangkan Dandim Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI -AD dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
“Kita harus mampu menguasai wilayah binaan untuk deteksi, cegah dini guna mempersempit ruang gerak dan memutus mata rantai peredaran markoba,” terang Dandim.
Editor : Arif F