Cegah Banjir, Mahasiswa Bersama Warga di Grobogan Tanam Bibit Pohon di Dekat Tanggul Sungai
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Aksi nyata peduli lingkungan dan upaya pencegahan banjir dilaksanakan mahasiswa dengan sejumlah pihak terkait dengan penanaman bibit pohon di dekat tanggul sungai, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan penanaman sekitar 1.500 bibit pohon dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa di dekat tanggul Sungai Serang, Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Kepedulian ini pun mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo, Ketua DPRD Grobogan Lusiana Indah Artani, perwakilan Polres dan Kodim serta PWI Grobogan hadir dalam aksi tersebut.
Desa Cingkrong selama ini sering dilanda banjir bahkan dalam satu tahun bisa beberapa kali terjadi. Selain lahan pertanian, luapan Sungai Serang juga sampai ke jalan dan permukiman warga.

Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo pun mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi para mahasiswa dengan menggandeng sejumlah pihak untuk pencegahan banjir.
"Selain membangun tanggul Sungai Serang secara berkelanjutan sepanjang 3 km, penanaman bibit pohon ini juga sebagai upaya pencegahan banjir," kata Wabup Grobogan.
Menurutnya, ada sekira 1.500 bibit pohon yang akan ditanam di beberapa lokasi di Desa Cingkrong, bibit pohon jati, kayu putih dan jenis lainnya. Sehingga diharapkan bisa mewariskan yang baik untuk generasi berikutnya.
"Saya mohon tanggul yang dibangun untuk mencegah banjir bisa dirawat dengan baik, jangan ditanami jenis tanaman yang bisa merusak kekuatan tanggul," pesan Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo.
Sedangkan Presiden BEM Universitas An Nur (UNAN) Purwodadi, Muhammad Hilal mengatakan, sebagai generasi perubahan dan kaum intelektual maka saatnya mahasiswa ikut ambil bagian untuk menghijaukan lingkungan.
"Seremonialnya hari ini, tapi sebelumnya kami para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersama masyarakat sudah melakukan penanaman di sejumlah lokasi di Desa Cingkrong," tuturnya.
Kegiatan ini lanjutnya bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk keresahan atas kondisi geografis wilayah Purwodadi yang menyerupai "mangkok" yang menampung air dari Pegunungan Kendeng di utara dan Pegunungan Geyer di selatan.
Letak geografis yang demikian, membuat wilayah Purwodadi sangat rentan terendam banjir saat hujan deras, terutama dengan kondisi hutan hulu yang saat ini tidak mampu menampung air.
Perwakilan dari Aliansi Masyarakat Grobogan Wahyu Dwi Pranata, pun menyoroti daya dukung hutan di kawasan hulu yang tak lagi mampu menjalankan fungsi resapan air secata maksimal.
"Ini perlu langkah strategis dari pemerintah daerah dan legislatif untuk berani mengubah status hutan produksi di Grobogan menjadi hutan lindung agar fungsi resapan air kembali maksimal," tegas Wahyu.
Sementara Kades Cingkrong Jasmi berterima kasih dengan adanya gerakan menanam pohon yang dilaksanakan mahasiswa dan sejumlah pihak di desanya sebagai upaya pencegahan banjir.
"Semoga dengan pembuatan tanggul dan gerakan penghijauan mampu mencegah banjir di desa kami. Sehingga lahan pertanian tidak lagi gagal panen," tambahnya.(*)
Editor : Arif F