GROBOGAN,iNewsMuria.id - Di tengah dampak kekeringan yang telah melahirkan keprihatinan mendalam selama lima bulan terakhir bagi warga terdampak.
Kondisi ini disikapi oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, yang mengajak warga binaan bersama para pegawai menggelar Salat Istisqa.
Salat untuk memohon turunnya hujan dilaksanakan di lapangan lapas pada Jumat (18/9/2026) pagi. Bertindak sebagai imam Salat Istisqa adalah KH Zaenal Arifin.
Sebanyak 307 warga binaan dan puluhan pegawai tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah tersebut. Pelaksanaan salat ini tidak hanya dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual internal.
Menurut Kepala Lapas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, juga sebagai wujud empati terhadap masyarakat luas yang kini kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang.
“Kegiatan ini diamanatkan oleh pimpinan agar seluruh Lapas melaksanakan salat istiqa serentak seluruh indonesia. Semoga mendatangkan hasil,” jelas Erik kepada media.
Dikatakannya, krisis air bersih yang melahirkan kesulitan bagi warga sekitar memicu keprihatinan tersendiri bagi pihak lapas. Warga binaan diajak untuk bersama-sama mengetuk pintu langit memohon berkah hujan.
Secara umum, lanjut Erik, ketersediaan air bersih di dalam Lapas Kelas IIB Purwodadi masih mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena telah diantisipasi.
Kendati demikian tambahnya, jika musim kemarau terus berlanjut, dikhawatirkan pasokan air bersih tidak akan mampu mencukupi kebutuhan ratusan warga binaan.
Kepala KUA Brati, KH Zaenal Arifin mengatakan Salat Istisqa merupakan upaya supaya bisa diberi hujan atau turun hujan di Kabupaten Grobogan.
Mengingat musim kemarau sudah berlangsung beberapa bulan. Sehingga lanjutnya, kekurangan air bersih menyebabkan warga harus membeli air. Kasih jika tidak ada biaya untuk itu.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
