GROBOGAN,iNewsMuria.id - Dua peristiwa kebakaran terjadi dalam sehari di dua tempat berbeda. Satu unit kandang kambing di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi dan tempat penyimpanan jerami di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan.
Tidak ada korban manusia, namun dua ekor kambing mati terpanggang dalam peristiwa tersebut. Adapun kerugian berdasar keterangan kepolisian, Jumat (18/9/2026) dari dua kejadian itu mencapai sekira Rp7 juta.
Kandang kambing yang terbakar milik Suprapto (45) warga Dusun Kedungcangak, Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (17/9/2026) malam. Dua ekor kambing jantan mati terpanggang.
Kejadian pertama kali diketahui oleh warga yang sedang bekerja menyelesaikan tembok rumah di sekitar lokasi. Saksi melihat kobaran api dari bagian atas kandang dan kemudian berteriak meminta pertolongan.
Petugas memadamkan api yang membakar penyimpanan jerami di Desa Tanggungharjo, Grobogan, Kamis (17/9/2026).(dok.Polsek Grobogan)
Informasi tersebut segera diteruskan kepada warga melalui pengeras suara musala. Warga kemudian berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya karena khawatir api merembet ke rumah warga yang berdekatan.
Setelah mendapat laporan, petugas Polsek Purwodadi bersama petugas pemadam kebakaran Kabupaten Grobogan mendatangi lokasi. Saat petugas tiba, api telah berhasil dipadamkan.
Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto menjelaskan, kandang yang terbakar berukuran sekitar 6 meter x 5 meter, terbuat dari bambu dengan atap genteng. Selain bangunan kandang, dua ekor kambing jantan turut terbakar.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp6 juta. Tidak terdapat laporan korban jiwa manusia dalam peristiwa tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan, api diduga berasal dari bediang yang sebelumnya digunakan untuk mengusir nyamuk pada ternak," jelas Kapolsek Purwodadi.
Sedangkan kebakaran tempat penyimpanan jerami ukuran 2 × 2 meter milik Darkoni (62) warga Dusun Sidomulyo, Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan, terbakar pada Kamis (17/9/2026).
Kebakaran tersebut awalnya diketahui oleh seorang warga. Ia melihat kobaran api di belakang rumah korban, tepatnya pada tempat penyimpanan jerami. Ia kemudian meminta tolong, sehingga warga bergotong royong memadamkan api.
Petugas Polsek Grobogan yang menerima laporan bersama pemadam kebakaran kemudian mendatangi lokasi. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan di sekitar tempat kejadian.
"Dari hasil pemeriksaan, sumber api diduga berasal dari pembakaran sampah di halaman belakang rumah korban. Kerugian sekira Rp1 juta," ungkap Kapolsek Grobogan AKP Abdul Kadir.
Atas kejadian tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan sumber api, terutama di sekitar kandang ternak maupun membakar sampah tanpa diawasi, agar tidak mengenai bangunan dan memicu kebakaran.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
