GROBOGAN,iNewsMuria.id - Guna memastikan pasokan air bersih tetap aman bagi pelanggan, Perumdam Purwa Tirta Dharma (PDAM Grobogan) meluncurkan inovasi baru.
Inovasi tersebut guna memastikan pasokan bahan baku ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lusi, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi dari Sungai Lusi tetap lancar.
PDAM Grobogan menambah saluran pemasukan bahan baku (pipa intake) dari Sungai Lusi dengan menerapkan sistem pipa inlet bertingkat. Inovasi ini menjadi solusi hemat biaya dibanding rencana awal yang hendak menggunakan intake ponton.
Direktur PDAM Grobogan, Nasirul Umam, menjelaskan bahwa pipa inlet lama kerap tersumbat lumpur saat debit Sungai Lusi meluap terutama saat musim hujan.
Kondisi tersebut memaksa petugas pengolahan menyelam hingga kedalaman 6 meter untuk membersihkan kotoran. Akibatnya, IPA Lusi sering kali harus berhenti berproduksi selama banjir.
"Dengan inovasi tiga tingkat inlet ini, jika debit air sungai naik, penggunaan inlet ikut disesuaikan ke posisi yang lebih tinggi," ujar Nasirul Umam, Minggu (13/9/2026).
Menurut Nasirul Umam, sistem baru ini berupa pipa intake yang dirancang dengan jarak kedalaman per 3 meter dan dilengkapi dengan katup penutup (valve).
Dimana saat kondisi normal menggunakan inlet paling bawah (kedalaman 8 meter). Jika air mulai naik, maka inlet paling bawah ditutup, lalu beralih menggunakan inlet tingkat kedua (naik 3 meter).
“Kemudian ketika kondisi air Sungai Lusi meluap, maka menggunakan inlet tingkat paling atas yang berada dekat permukaan tanggul untuk memasok bahan baku ke IPA,” jelas Nasirul Umam.
Dengan skema ini, petugas pengolahan tidak perlu lagi menyelam terlalu dalam saat terjadi gangguan, melainkan cukup mengatur katup dari permukaan.
Pihak PDAM Grobogan berharap inovasi yang dijadwalkan beroperasi mulai bulan Januari ini sudah berjalan optimal, Sehingga operasional pengolahan air tetap berproduksi kendati Sungai Lusi meluap.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
