Atasi Banjir di Kota Purwodadi, DPUPR Grobogan Potong Pohon yang Ganggu Drainase

Arif Fajar
Pemotongan pohon depan BRI Purwodadi Jl KS Tubun sebagai langkah penataan Kota Purwodadi.(Foto: Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Penataan Kota Purwodadi sebagai upaya mengatasi banjir yang seringkali terjadi, mulai dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan.

Hingga Minggu (13/9/2026), Dinas PUPR Grobogan sudah melakukan pemotongan pohon yang akarnya mengganggu saluran air di Kota Purwodadi.

Menurut Kepala Dinas PUPR Grobogan Een Endarto mengatakan, pemotongan pohon tersebut dilakukan di sejumlah ruas jalan sebagai awal penataan kota Purwodadi.

Dari data yang ada, sebanyak 839 pohon dari berbagai jenis, mulai mahoni, angsana, glodokan, palem hingga jambu air mulai dipotong. 

Dikatakaan Een, pemotongan pohon tersebut selain usia tua berpotensi tumbang, sebagian besar karena akarnya menjalar ke saluran air sehinga mengganggu aliran air.

“Tidak hanya itu, akar pohon tersebut juga ada yang naik sehingga merusak trotoar. Bisa dilihat di beberapa lokasi, lantai trotoar rusak terdesak akar,” jelas Een Endarto.

Untuk itu Pemkab Grobogan melakukan penataan kota dengan memotong pohon yang akarnya mengganggu saluran, kemudian dilakukan pembenahan infrastruktur

“Pemkab Grobogan telah menyiapkan anggaran Rp88 miliar dari dana pinjaman yang totalnya mencapai Rp200 miliar,” ujar Kepala DPUPR Grobogan Een Endarto.

Adapun proyek penataan Kota Purwodadi dengan anggaran tersebut terbagi dalam delapan paket pekerjaan. Di mana enam paket telah dilakukan kontrak kerja dan mulai berjalan 4 September 2026.

Kegiatan penataan Kota Purwodadi tersebut antara lain Jalan Panjaitan, Jalan Siswamiharja, Jalan Tendean, Jalan Sudirman, Jalan Gatot Subroto dan Jalan KS Tubun.

“Pekajaran sudah mulai dilaksanakan di beberapa titik secara bersamaan untuk pemotongan pohon. Pelaksaan kegiatan selama 115 hari dan ditargetkan rampung 27 Desember 2026,” ungkap Een.

Nantinya trotoar yang rusak akan diperbaiki, sedang saluran airnya akan diganti menggunakan blok beton. Selain mudah pemasangannya, lanjut Een, juga tidak mudah ditembus akar pohon.

 Kemudian selain memperbaiki drainase, menurut Een Endarto, pohon-pohon yang dipotong juga akan diganti dengan pohon pengganti yang yakni tabe buya dan pule.

Agar akarnya tidak mengganggu drainase dan menghambat laju air, proses penanamnnya menggunakan buis beton berbentuk silinder dengan kedalaman sekitar satu meter. 

“Karena fungsinya sebagai peneduh, maka tinggi pohon baru tersebut sekira lima meter dengan diameter mencapai 25 sentimeter,” tambah Een Endarto.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network