get app
inews
Aa Text
Read Next : Residivis Narkoba Asal Sragen Diringkus di Banjarsari Surakarta, Polda Jateng Sita 10 Gram Sabu

Meresahkan, Tiga Pelajar di Sragen Diamankan Polisi Usai Live Jadi Pocong di TIkTok

Kamis, 28 Mei 2026 | 11:02 WIB
header img
Pelajar pelaku pocong jadi jadian yang live TikTok diamankan petugas Polres Sragen.(dok.Humas Polres Sragen)

SRAGEN,iNewsMuria.id - Jagat media sosial di Kabupaten Sragen mendadak geger setelah aksi live TikTok bertema “pocong jadi-jadian” viral pada Kamis dini hari (28/5/2026). 

Konten horor yang dilakukan oleh tiga pelajar itu membuat resah masyarakat hingga akhirnya ketiganya diamankan Polres Sragen saat beraksi di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder Sragen.

Aksi nekat tersebut diketahui dilakukan demi mengejar popularitas dan gift monetisasi di platform TikTok. Dalam aksinya, salah satu pelaku tampil mengenakan kostum menyerupai pocong.

Sementara rekannya melakukan siaran langsung dan mengabadikan perjalanan mereka berkeliling Kota Sragen pada malam hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi ini sudah direncanakan sejak Rabu malam (27/5/2026). Kronologi live Pocong di Tiktot diawali dengan sejumlah pelajar berkumpul di sebuah rumah di kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

Menggunakan sepeda motor, rombongan berkeliling menuju beberapa titik pusat Kota Sragen, mulai dari Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro, hingga berakhir di Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder.

Kawasan terowongan yang dikenal sepi pada malam hari sengaja dipilih guna menciptakan suasana mencekam agar menarik perhatian penonton. Dalam waktu singkat, live tersebut berhasil memancing ratusan penonton dan beragam komentar warganet.

Aksi mereka terhenti saat anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang tengah melakukan patroli siber dan monitoring lapangan langsung mengamankan ketiga pelajar tersebut di area terowongan.

Ketiga pelajar yang diamankan berinisial RA (17) sebagai pemeran pocong, RG (17) selaku operator live TikTok, dan JS (17) yang ikut dalam rombongan. Hasil pendalaman, tidak ditemukan motif kriminal lain selain mencari hiburan dan meningkatkan interaksi akun (engagement).

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan bahwa fenomena konten ekstrem demi viralitas media sosial ini harus menjadi perhatian serius, khususnya bagi kalangan remaja.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar menggunakan media sosial secara bijak dan kreatif tanpa membuat konten yang menimbulkan keresahan maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegas AKBP Dewiana.

Menurut Kapolres, meski tujuannya hanya hiburan, tren seperti ini berpotensi memicu kepanikan warga dan pengguna jalan. Gangguan Kamtibmas dan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Bahkan aksi tersebut berpotensi dimanfaatkan dengan modus serupa oleh pelaku kriminal asli,” kata Kapolres Sragen AKBP Dewiana.

Polres Sragen mengambil langkah pembinaan dengan melibatkan pihak keluarga dan sekolah. Kapolres juga menekankan pentingnya pengawasan dari lingkungan terdekat di era digital.

“Peran orang tua, keluarga, lingkungan masyarakat hingga pihak sekolah sangat penting dalam memberikan pengawasan, bimbingan, dan pembinaan kepada anak-anak," tambahnya.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut