Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ditres PPA PPO Polda Jateng Tangani 722 Perkara, Didominasi Laporan Kasus Persetubuhan Anak
Advertisement . Scroll to see content

Polda Jateng Beri Harapan Anak Penderita CTEV Lewat Program Pengobatan Kaki Bengkok Gratis

Kamis, 10 September 2026 | 19:57 WIB
  • author Arif Fajar
Polda Jateng Beri Harapan Anak Penderita CTEV Lewat Program Pengobatan Kaki Bengkok Gratis
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo saat menjengung anak penderita kaki bengkok penerima pengobatan gratis, Kamis (10/9/2026).(dok.Humas Polda Jateng)

SEMARANG,iNewsMuria.id - Langkah kaki tujuh anak dari berbagai daerah di Jawa Tengah kini mendapat secercah harapan baru. Melalui program Polda Jateng Peduli CTEV, anak-anak yang lahir dengan kondisi kaki bengkok atau Clubfoot (CTEV) mendapatkan penanganan medis intensif di RS Bhayangkara Tk II Prof Awaloeddin Djamin, Kota Semarang.

​Ketujuh anak penerima manfaat ini berasal dari Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Surakarta, dan Demak. Di rumah sakit, mereka menjalani serangkaian perawatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing, mulai dari pemeriksaan rutin, pemasangan gips koreksi, hingga pemantauan penggunaan brace (sepatu khusus).

​Suasana hangat dan penuh keٞkeluargaan tampak ketika Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Ibu Diana Ribut Hari Wibowo, hadir langsung untuk menyapa para pasien cilik beserta keluarganya pada Kamis (10/9/2026). 

Tidak hanya memberikan dukungan moril, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan Ketua Bhayangkari juga menyerahkan bingkisan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak dan orangtuanya.

​"Semangat nggih, Insyaallah bisa disembuhkan dan kondisinya bisa kembali normal," ucap Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada para orangtua pasien.

​Program Polda Jateng Peduli CTEV yang diluncurkan sejak 14 Agustus 2026 ini merupakan hasil kerja sama strategis dengan Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta BPJS Kesehatan.

​Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg Agung Hadi Wijanarko menegaskan bahwa seluruh rangkaian program ini dapat diakses oleh masyarakat secara gratis. Hal ini dipastikan agar kendala biaya tidak menjadi halangan bagi keluarga kurang mampu untuk menyembuhkan buah hati mereka.

​"Penanganan CTEV harus dilakukan sesegera mungkin. Semakin dini dilakukan, hasilnya akan semakin maksimal. Selain penanganan medis, peran orang tua juga sangat penting karena keberhasilan terapi membutuhkan konsistensi," jelas Kombes Agung.

​Hingga saat ini, tercatat sudah ada 88 kasus CTEV yang berhasil didata di seluruh wilayah Jawa Tengah. Pendataan masif ini melibatkan peran aktif Bhabinkamtibmas dan Kasidokkes jajaran Polda Jateng yang langsung turun menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.

​Kehadiran program jemput bola ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para orang tua. Salah satunya adalah David Prasetyo, warga Kabupaten Semarang, yang tidak menyangka putranya bisa mendapatkan akses pengobatan terbaik secara cuma-cuma.

​“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan dokter yang sudah membantu perawatan anak saya. Semoga bisa lebih cepat sembuh dan kembali normal sehingga bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain,” ungkap David penuh haru.

​Hal senada juga diungkapkan oleh Abdul Gofar, ayah dari Aida Fitriyah, pasien asal Demak. Ia berharap buah hatinya dapat tumbuh sehat dan mampu berjalan normal layaknya anak-anak pada umumnya berkat bantuan program kepolisian ini.

Editor: Arif F

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut