Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Apresiasi Keraton untuk Wong Solo, di Tengah Sakralnya Kirab Pusaka Malam 1 Suro
Advertisement . Scroll to see content

Konsisten Dukung Pelestarian Budaya, Puspo Wardoyo Terima Penghargaan dari Keraton Surakarta

Kamis, 30 April 2026 | 15:47 WIB
  • author Langgeng Widodo
Konsisten Dukung Pelestarian Budaya, Puspo Wardoyo Terima Penghargaan dari Keraton Surakarta
Gusti Moeng didampingi Sinuhun PB XIV Hangabehi menyerahkan penghargaan kepada pengusaha kuliner Puspo Wardoyo

SOLO,iNewsMuria,id-Di tengah semarak peringatan Hari Tari Dunia di Keraton Surakarta Hadiningrat, sebuah momen penuh makna berlangsung khidmat di Bangsal Smarakatha, Rabu (29/4/2026) malam.

Sebuah apresiasi diberikan oleh pihak keraton kepada sosok yang berkontribusi nyata dalam menjaga denyut kebudayaan Jawa. Dia adalah pengusaha kuliner asal Solo, H. Puspo Wardoyo.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh GKR Koes Moertiyah, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat. Sosok yang akrab disapa Gusti Moeng ini menegaskan bahwa apresiasi tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan kepedulian Puspo Wardoyo dalam mendukung pelestarian budaya Keraton, baik secara moral maupun material.

Menurut Gusti Moeng, peran sektor swasta memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Ia menyoroti kontribusi unit usaha milik Puspo Wardoyo, Kali Pepe Land, yang dinilai konsisten memberikan dukungan nyata.

“Luar biasa, luar biasa. Perusahaan besar itu kan ada kewajiban untuk ikut melestarikan dengan memberi pendanaan. Mas Puspo Wardoyo melalui Kali Pepe Land sangat perhatian banget dengan pelestarian kebudayaan di Keraton,” ujarnya.

Lebih jauh, Gusti Moeng secara terbuka mengakui pentingnya dukungan finansial yang diberikan, terutama saat Keraton menghadapi keterbatasan dana dalam menyelenggarakan kegiatan budaya.

“Saya terima kasih sekali sama Mas Puspo Wardoyo, karena selalu maringi support redana untuk bisa kita mengadakan kegiatan. Beliau sangat perhatian sekali,” ungkapnya dengan nada haru.

Pemberian penghargaan kepada seorang pengusaha kuliner pun bukan tanpa alasan. Dalam pandangan Gusti Moeng, kuliner merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya suatu bangsa.

“Kuliner ini bagian dari budaya. Bagaimana kita menciptakan masakan itu pastinya ada khasnya, khas Jawa. Mas Puspo Wardoyo ini sudah berapa tahun selalu memberikan perhatian dan support pembiayaan,” tambahnya.

Ke depan, sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada dukungan kegiatan, tetapi juga merambah sektor lain. Salah satu rencana yang tengah digagas adalah revitalisasi Sanggar Pedalangan Keraton yang lama terbengkalai.

Keraton berkomitmen menghidupkan kembali pembelajaran pedalangan sesuai pakem, sebagai upaya menjaga kemurnian tradisi di tengah arus komersialisasi.

Bahkan, peluang kolaborasi lebih luas juga terbuka, termasuk kemungkinan pementasan tari-tari sakral Keraton seperti Serimpi dan Kirono Ratih di kawasan wisata Kali Pepe Land.

Bagi H. Puspo Wardoyo, penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan amanah yang harus dijaga. Ia menegaskan bahwa Keraton Surakarta Hadiningrat adalah identitas budaya yang wajib dirawat bersama.

“Keraton Solo ini kebanggaan saya. Harus kita uri-uri lah, jangan sampai hilang, terutama warisan budaya termasuk tarian-tarian ini,” tegasnya.

Ia juga berharap adanya penguatan kerukunan internal serta sinergi yang lebih solid antara Keraton dan pemerintah, agar kejayaan budaya Surakarta dapat terus terjaga bahkan berkembang.

"Harapan saya buat Keraton Solo, semua harus bersatu, rukun, kompak, dan juga harus kerjasama dengan pemerintah supaya bisa baik Keratonnya, menjadi baik seperti di Jogja," tambahnya.

Ketika ditanya mengenai langkahnya ke depan setelah menerima penghargaan ini, pemilik jaringan bisnis Wong Solo Group ini menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti.

“Ya insyaallah, kita siap terus mendukung,” tegasnya.

Acara yang berlangsung meriah ini turut diwarnai orasi budaya dari Sardono W. Kusumo, serta dua pertunjukan tari, yakni Beksan Sukomulyo karya Gusti Moeng dan Fragmen Dewi Sekartaji.

Kehadiran sejumlah tokoh penting semakin menegaskan urgensi pelestarian budaya, di antaranya Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi, Duta Besar Chili untuk Indonesia Mario Ignacio Artaza Loyola, serta Tedjowulan selaku Ketua Pelaksana Perlindungan dan Pengembangan Cagar Budaya Keraton Surakarta.

Editor: Arif F

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut