get app
inews
Aa Text
Read Next : Pastikan Konstruksi Kokoh dan Aman, Danramil Purwodadi Pantau Pembangunan Dua Jembatan Garuda

Cucu Menangis, Ternyata Nenek di Tawangharjo Sudah Meninggal di Dalam Kamar

Sabtu, 11 April 2026 | 19:04 WIB
header img
Polisi meminta keterangan keluarga nenek yang ditemukan meninggal di kamar tidur di Tawangharjo, Grobogan, Sabtu (11/4/2026).(Foto: Dok.Polsek Tawangharjo).

GROBOGAN,iNewsMuria.id- Seorang nenek berusia 60 tahun yang tengah tidur bersama cucunya ditemukan meninggal di dalam kamar tidur di Dusun Dalingan, Desa/Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (11/4/2026).

Kejadian tersebut menurut Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono bermula ketika anak dari Endang Septiya (23) menangis di dalam kamar neneknya bernama Mariyem (60). Kemudian Endang yang merupakan anak dari Mariyem mencoba mengecek melalui jendela kamar.

Namun, anaknya tetap menangis kendati coba ditenangkan lewat jendela kamar. Sehingga Endang segera memberitahu suaminya, Anang Agus Setiawan (24) karena saat hendak membuka kamar ibunya terkunci dari dalam.

Menurut keterangan saksi, kebiasaan ibunya jika tidur selalu mengunci kamar dari dalam.

Karena terkunci, akhirnya Anang berinisiatif mendobrak pintu kamar agar bisa masuk ke dalam. Setelah pintu terbuka, Anang dan istrinya segera masuk dan menenangkan anaknya.

Namun keduanya curiga, karena korban tetap tertidur kendati cucunya menangis dan suara keras ketika pintu didobrak.

Keduanya kemudian mengecek kondisi korban yang merupakan ibu kandung dan mertua Anang. Ternyata setelah dicek, Mariyem sudah tidak bernyawa. Diduga anak saksi menangis karena mengetahui neneknya meninggal saat tidur bersama di kamar.

Kejadian tersebut segera diinformasikan oleh warga ke Pj Kadus Dalingan, Bintang Pamungkas yang kemudian segera malaporkan adanya lansia meninggal di dalam kamar tidur. Anggota Polsek Tawangharjo kemudian segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Bersama petugas dari Puskesmas Tawangharjo, lanjut Kapolsek AKP Sartono, petugas melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Mariyem. Dari keterangan keluarganya, korban sebelum meninggal dunia memiliki riwayat penyakit jantung. Hal itu dikuatkan dengan obat-obatan yang ada di lokasi kejadian.

Berdasar pemeriksaan tersebut, sambung Kapolsek Tawangharjo, korban meninggal akibat sakit jantung dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Keluarga menerimakan kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan.

Selanjutnya menurut Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono, jenazah korban diserahkan ke keluarga untuk kemudian dikuburkan di permakaman desa setempat hari itu juga.

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut