get app
inews
Aa Text
Read Next : Salut! Anggota Pramuka Kwarran Tawangharjo Gotong Royong Bantu Korban Kebakaran Plosorejo

Bawaslu Grobogan Berdayakan Anggota Pramuka Sebagai Pengawas Partisipatif Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 20:31 WIB
header img
Ketua Bawaslu Grobogan Fitria Nita Witanti mengalungkan tanda peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif kepada anggota Pramuka di Candi Joglo Semar, Senin (25/6/2026).(Foto: Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria.id -  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Grobogan terus berupaya menciptakan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang jujur dan adil (jurdil) serta bermartabat.

Salah satunya dengan menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 untuk anggota Gerakan Pramuka di Candi Joglo Semar, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Senin (15/6/2026).

"Kegiatan ini diikuti 40 anggota Pramuka dari 10 sekolah menengah yang ada di Kabupaten Grobogan," jelas Ketua Bawaslu Grobogan Fitria Nita Witanti.

Menurut Fitria sapaan akrab Ketua Bawaslu Grobogan dipilihnya anggota Pramuka dalam kegiatan tersebut, karena mereka merupakan generasi bangsa yang memiliki jiwa kerelawanan.

Gerakan Pramuka selama ini lanjut Fitria, menjadi mitra Bawaslu Grobogan, bahkan Bawaslu memiliki Saka Adhyasta Pemilu yang akan kita didik dan kita latih menjadi gerakan pengawasan partisipatif dalam Pemilu 2029

"Tidak hanya sebagai pemilih, namun mereka juga akan terlibat dalam pengawasan Pemilu 2029 agar berjalan berintegritas, bekualitas dan bermartabat," kata Fitria.

Sementara Wahyudi Sutrisno, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah yang menjabat Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa mengatakan untuk Pengawasan Partisipatif melibatkan 1.400 anggota Pramuka di Jateng.

"Kegiatan Bawaslu Grobogan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan oleh Bawaslu Jateng di seluruh Bawaslu kabupaten kota di Jawa Tengah," papar Wahyudi.

Pemilihan anggota Pramuka menurutnya, karena Pramuka bagian dari generasi muda yang menjadi penentu penentu kemenangan juga penentu kualitas Pemilu 2029.

Apalagi Pemilu 2029 akan banyak melibatkan dunia digital, yang tidak jauh dari kehidupan anak muda. Selain itu sambung Wahyudi, pada Pemilu mendatang ada tantangan terkait dunia digital.

"Seperti penyebaran hoak, juga kita akan menemukan vide video tiruan atau palsu berbasis AI. Akan ada juga fenoma peningkatan uang digital sebagai bagian dari money politc yang akan dimanfaatkan pada Pemilu mendatang," ujarnya.

Selain itu, tambah Wahyudi, pada pelaksanaan Pemilu 2029 diperkirakan ada 60 persen lebih diisi pemilih dari generasi muda, baik generasi milineal, gen Z maupun gen Alpha. 

"Sehingga keterlibatan anak muda akan sangat membantu Bawaslu dalam penanganan pelanggaran berbasis digital pada Pemilu 2029," tegas anggota Bawaslu Jateng Wahyudi.

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut