Data BPS: Angka Kemiskinan di Kabupaten Grobogan Tahun 2025 Turun 0,80 Poin Dibanding Tahun 2024
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Grobogan menyampaikan angka kemiskinan di Kabupaten Grobogan Tahun 2025 turun cukup signifikan dibanding Tahun 2024.
"Angka kemiskinan Tahun 2024 mencapai 11,43 poin kemudian pada Tahun 2025 berdasarkan survei nasional, turun menjadi 10,63 poin atau turun 0,80 poin," jelas Kepala BPS Grobogan Anang Sarwoto di Hotel Grandmaster Purwodadi, Jumat (28/11/2025).
Dari data tersebut, pada Tahun 2024 dengan angka kemiskinan 11.43 poin, ada 159.000 penduduk miskin, kemudian lanjut Anang, di Tahun 2025 dengan angka kemiskinan 10,63, ada 148.000 penduduk miskin.
Untuk mengukur angka kemiskinan, sambungnya, BPS menggunakan kebutuhan kalori per kapita (individu). Selanjutnya muncul angka garis kemiskinan sebesar Rp526.000 per kapita per bulan.
"Jika kebutuhan kalori perkapita per bulan di bawah Rp526.000 masuk miskin. Jika dalam satu keluarga ada 4 orang maka tinggal dikalikan Rp526.000 per bulan," kata Anang Sarwoto.
Penurunan angka kemiskinan tersebut menurut Kepala BPS Grobogan, ada beberapa indikatornya. Salah satunya seperti jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah berjalan dengan baik.
Ada beberapa program pemerintah juga yang berjalan dengan baik, sehingga tambah Anang Sarwoto, menjadikan sumber pendapatan naik sehingga bisa menurunkan angka kemiskinan.
Data BPS Grobogan menunjukan, Tahun 2019, angka kemiskinan 11,77 poin, 2020 (12,46 poin), 2021 naik menjadi 12,74 poin, 2022 turun jadi 11,80 poin, 2023 turun jadi 11,72 poin, 2024 jadi 11,43 poin dan 2025 turun jadi 10,63 poin.
"Dengan tren penurunan tersebut diharapkan target kemiskinan 1 digit bisa tercapai," tambah Kepala BPS Grobogan Anang Sarwoto.
Pihaknya berharap, masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan jaring pengaman dengan sejumlah program bantuan yang dilaksanakan pemerintah, sehingga bisa tepat sasaran.
Selain angka kemiskinan, BPS Grobogan lanjut Anang, juga mencatat angka pengangguran di Kabupaten Grobogan per Agustus 2025 disebut tinggal 3,12 persen.
Dijelaskannya, bahwa angka pengangguran pada 2020 sebesar 4,50 persen, kemudian 2021, 4,38 persen, 2022 sebesar 4,40 persen. Lalu pada 2023 sebesar 4,02 persen dan pada 2024 sebesar 3,23 persen.
"Secara angka, jumlah pengangguran di Grobogan per Agustus 2025 sebanyak 28.600. Angka itu juga diklaim menurun dibanding 2024 di mana jumlah pengangguran 29lalu sebanyak 29.000," ujarnya.(*)
Editor : Arif F