GROBOGAN,iNewsMuria.id - Kasus perkelahian remaja di saluran irigasi Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, yang sempat viral di media sosial akhirnya menemui babak baru. Pihak kepolisian resmi menetapkan pelaku duel tersebut sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
Peristiwa ini diungkapkan oleh Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Iptu Vikha Anief Obaydillah. Berdasarkan hasil pendalaman, insiden bermula saat korban melihat pelaku yang sedang dibonceng oleh seorang saksi menggunakan sepeda motor.
Tanpa diduga, korban meneriaki saksi yang memboncengkan pelaku dengan sebutan "tak botak". Namun, situasi menjadi runyam akibat adanya kesalahpahaman dari pelaku yang dibonceng.
Ejekan tersebut yang awalnya ditujukan kepada saksi pengendara motor, bukan kepada pelaku. Namun pelaku (ABH) justru mengira bahwa sebutan "botak" itu dialamatkan kepada dirinya sehingga merasa dihina.
Kesalahpahaman ini memicu adu mulut di sebuah warung di sekitar irigasi, yang kemudian berlanjut menjadi perkelahian fisik di warung hingga ke area saluran irigasi di Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Wirosari dan videonya beredar luas serta viral.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Taufik Frida Mustofa, ketik dikonfirmasi wartawan membenarkan terkait status hukum pelaku yang kini telah dinaikkan menjadi ABH.
Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan inisial maupun usia pelaku secara detail. Rincian terkait pasal yang akan disangkakan kepada pelaku anak tersebut juga masih belum dirinci lebih lanjut demi kepentingan penyelidikan.
Video viral yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan (bullying) yang kemudian terungkap perkelahian antar anak di bawah umur terjadi di saluran irigasi yang mengering masuk Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan.
Video amatir berdurasi 51 detik tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @seputargrobogan.id. Berikut adalah fakta kejadiannya:
Ada sekelompok anak berada di saluran irigasi pada Kamis sore 10 September 2026. Situasi tiba-tiba berubah mencekam ketika seorang anak berkaos putih dan bercelana pendek hitam menyerang temannya secara beringas.
Pelaku menendang korban hingga tersungkur, lalu menindih dada dan memukul perut korban berkali-kali tanpa ampun hingga korban tak berdaya dan jatuh pingsan.
Sangat disayangkan, beberapa anak di lokasi justru sempat tertawa melihat kejadian tersebut, sebelum akhirnya ada beberapa anak lain yang tergerak untuk melerai.
Menanggapi video yang viral dan meresahkan masyarakat ini, jajaran Polsek Wirosari langsung bergerak cepat. Kapolsek Wirosari, AKP Eko Sri Luvianto, mengkonfirmasi adanya insiden kekerasan anak tersebut.
"Sudah ada yang melapor dan saat ini sedang dalam pemeriksaan," tegas AKP Eko Sri Luvianto.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
