GROBOGAN,iNewsMuria.id - Suasana Minggu pagi (20/9/2026) yang tenang di Dusun Sono, RT 01 RW 04, Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mendadak berubah geger. Dua unit rumah warga dilalap si jago merah setelah sebuah pom mini yang berada di salah satu rumah tersambar percikan api akibat korsleting listrik.
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, salah satu pemilik rumah, Supriyanto bin Supat, sedang berada di bagian depan warungnya untuk memperbaiki handphone.
Tanpa diduga, ia melihat kilatan dan korsleting listrik yang berasal dari instalasi kabel di dekat fasilitas pom mini di sisi timur bangunan. Percikan api tersebut dengan cepat menyambar bahan bakar di pom mini, membuat kobaran api langsung membesar dalam hitungan detik.
Menyadari bahaya yang mengancam, Supriyanto segera berteriak kencang untuk memperingatkan keluarganya. Istrinya (Suryani), anaknya (Dina), serta menantunya (Elisa) yang saat itu sedang memasak di dapur belakang langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
"Korban bersama istri, anak, dan menantunya berhasil keluar rumah dengan selamat, lalu berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar," ujar Kapolsek Wirosari, AKP Eko Sri Luvianto.
Teriakan minta tolong tersebut segera direspon oleh warga setempat, termasuk seorang anggota TNI bernama Supeno yang dengan sigap mendatangi lokasi kejadian untuk memimpin upaya pemadaman darurat seadanya sebelum bantuan utama tiba.
Namun, besarnya kobaran api membuat api dengan cepat merambat. Kebakaran hebat ini tidak hanya menghanguskan rumah utama milik Supriyanto bin Supat yang berukuran 12 x 12 meter berstruktur kayu jati dan tembok campuran, tetapi juga menjilat bagian samping sebelah barat rumah tetangga sekaligus pemilik rumah kedua, yakni Supriyanto bin Pariyadi.
Setelah menerima laporan pada pukul 06.35 WIB, petugas gabungan dari Polsek Wirosari dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Wirosari langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan sisa-sisa api dan melakukan pendinginan agar tidak merembet ke bangunan
"Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listik. Tidak ada korban jiwa namun kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai lebih kurang Rp100 juta," ujar Kapolsek Wirosari AKP Eko Sri Luvianto.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa waspada terhadap instalasi kelistrikan di rumah masing-masing, terutama yang berada dekat dengan bahan-bahan yang mudah terbakar, guna mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
