GROBOGAN,iNewsMuria.id - Dalam upaya mengakselerasi kualitas dakwah dan penguatan amal usaha, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Grobogan menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda).
Ketua Panitia, Sukarno dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/2/2026) menjelaskan Musypimda PDM Grobogan digelar di Bandungan, Kabupaten Semarang selama dua hari.
Musypimda tahun ini yang mengusung tema, “Berpacu Bersinergi Memperkuat Dakwah, AUM dan Kesejahteraan Umat”, menjadi momentum strategis bagi persyarikatan untuk menyongsong tahun 2026.
Disampaikan Ketua Panitia, Sukarno, kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh elemen Muhammadiyah Grobogan, mulai dari Pimpinan Cabang (PCM), Lembaga, Organisasi Otonom (Ortom), hingga pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Dakwah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan amanah setiap individu untuk bergerak demi kebaikan,” tegas Sukarno.
Oleh karena itu, Sukarno berharap Musypimda PDM ini mampu menjadikan Grobogan sebagai role model dalam dakwah kultural dan pemberdayaan komunitas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PDM Grobogan, Rosidi, menekankan pentingnya evaluasi total terhadap program kerja yang belum berjalan dan mendorong agar setiap rencana dakwah tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas.
“Setiap rencana dakwa tidak hanya sekadar catatan di atas kertas, melainkan segera direalisasikan agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat,” tegas Ketua PDM Grobogan.
Salah satu poin menarik yang mencuat dalam musyawarah ini adalah keberhasilan Grobogan dalam mengelola delapan titik Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi mesin ekonomi yang mampu menyerap hingga 400 tenaga kerja.
Sementara Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Wahyudi dalam arahannya mengingatkan bahwa Musypimda adalah wadah untuk memilah program pilihan yang berkualitas.
“Sinergi dalam beramal itu indah. Kita harus menjadi barisan yang rapi dan kuat untuk menghadapi berbagai tantangan,” ujar Wahyudi.
Ia juga menyoroti bahwa institusi seperti rumah sakit dan sekolah unggulan di Grobogan adalah pintu masuk yang efektif untuk menggali potensi kedermawanan masyarakat.
Agenda utama Musypimda juga diisi dengan sidang pleno yang membahas, laporan dan evaluasi Majelis serta Lembaga, laporan perkembangan PCM se-Kabupaten Grobogan. Laporan progres Organisasi Otonom (Ortom) dan pembahasan usulan Program Strategis Tahun 2026.
Acara ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk saling mendukung dalam setiap langkah dakwah. Dengan semangat gotong royong, Muhammadiyah Grobogan optimis dapat memberikan kontribusi signifikan bagi dunia pendidikan, sosial, dan dakwah Islam yang berkemajuan.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
