100 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Sambut Hari Jadi ke 300 Kabupaten Grobogan

Arif Fajar
Suasaa khitan massal gratis yang digelar Pemkab Grobogan sebagai rangkaian Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan, di gedung Setda, Sabtu (7/2/2026). (Ist)

GROBOGAN,iNewsMuria.id  –  Semarak menyambut Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan diwarnai dengan berbagai kegiatan, salah satunya aksi sosial khitanan massal gratis. 

Sebanyak 100 anak mengikuti kegiatan khitan massal gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan di Gedung Setda setempat, Sabtu (7/2/2026).

Pemkab Grobogan berharap kegiatan ini bisa meringankan beban ekonomi masyarakat, juga memberikan edukasi mengenai inovasi medis yang lebih aman dan minim trauma bagi anak-anak.

Sejak pagi, suasana Gedung Setda tampak ramai oleh peserta yang didampingi orang tua mereka. Pihak penyelenggara menyediakan tiga dokter spesialis khitan serta sejumlah perawat profesional.

Ketua Pelaksana Khitan Massal, Miftahudin Alif Sugeng kepada media, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini sengaja mengusung metode khitan modern. 

Metode ini menurut Miftahudin, dinilai memiliki keunggulan signifikan dibandingkan metode konvensional yang selama ini dikenal masyarakat saat khitan.

“Khitan massal ini menggunakan metode terbaru yang memberikan pengalaman lebih nyaman bagi anak serta hasil yang lebih baik dibanding khitan konvensional,” ujar Alif.

Lebih lanjut, Alif yang juga merupakan pengurus pusat Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ADOKI), memaparkan beberapa keunggulan teknologi laser yang digunakan dalam kegiatan tersebut.

Seperti , luka khitan tidak memerlukan jahitan sehingga mengurangi rasa takut pada anak. Kemudian minim perdarahan karena teknologi laser bekerja secara presisisi.

“Dengan teknologi tersebut, waktu penyembuhan dinilai jauh lebih singkat dibandingkan metode lama atau konvensional,” paparnya kepada media.

Meskipun teknologi khitan telah berkembang pesat, Alif mengakui bahwa ketersediaan tenaga medis yang mendalami spesialisasi ini masih terbatas. 

“Hingga kini masih sedikit dokter yang mengambil spesialisasi khitan. Kondisi tersebut membuat sebagian besar tenaga medis masih menggunakan metode konvensional,” jelasnnya.(*)

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network