Kericuhan Warnai Pengajian KH Anwar Zahid dan Habib Bidin di Grobogan, Polisi: Situasi Kondusif
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Suasana pengajian akbar yang menghadirkan penceramah ternama KH Anwar Zahid dan Habib Bidin di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, diwarnai keributan pada Senin (20/7/2026) malam.
Acara tersebut digelar oleh keluarga Adang-Febriana dalam rangka tasyakuran penempatan rumah baru. Namun, jalannya acara sempat memanas setelah sekelompok massa dari organisasi kemasyarakatan (ormas) mendatangi lokasi.
Massa yang diketahui berasal dari Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI LS) mendatangi lokasi karena menolak kehadiran Habib Bidin untuk naik ke atas panggung pengajian. Kendati demikian, kedatangan mereka langsung dicegah oleh warga setempat bersama aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi acara.
Akibat aksi saling hadang tersebut, keributan kecil tak terhindarkan antara massa ormas dan warga. Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu orang warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat lemparan batu di tengah kericuhan.
Ketua PWI LS Grobogan, Gus Jibril, memberikan klarifikasi terkait aksi yang dilakukan oleh kelompoknya. Ia menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memiliki niat untuk membubarkan kegiatan pengajian yang sedang berlangsung.
Sesuai instruksi awal, lanjut Gus Jibril kepada wartawan, mereka hanya meminta agar Habib Bidin tidak naik ke atas panggung dalam acara pengajian di Desa Ngraji malam itu.
"Ada dugaan kerusuhan yang terjadi bukan dari anggota kami, justru ada kemungkinan itu adalah penyusup yang ingin menjadikan kami sebagai kambing hitam. Faktanya akibat kerusuhan ada yang diamankan," ujar Gus Jibril, Selasa (21/7/2026).
Gus Jibril juga menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk tetap menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak mudah terpecah belah, serta tetap satu komando. Ditambahkannya, bahwa penolakan tersebut dilandasi oleh pandangan kritis terhadap fenomena sosial terkait status keagamaan tertentu di Indonesia.
"Bukan pengajiannya yang ingin kami bubarkan, namun para habib yang mengatasnamakan Rasul untuk meraih ketenaran dan keuntungan dari bangsa ini," ungkapnya.
Sementara Kepala Desa Ngraji, Yahmo, menjelaskan bahwa acara pengajian tersebut murni merupakan wujud nazar dari warganya yang hajatnya telah terkabul. Untuk melengkapi rasa syukur, tuan rumah mengundang KH Anwar Zahid dengan diiringi grup sholawat Azzahir.
"Sempat terjadi perselisihan, namun pengajian dan sholawatan tetap berlangsung dengan baik," ucap Yahmo.
Terkait pengajian di Desa Ngraji, Kasatreskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, saat dikonfirmasi membenarkan sempat terjadi kegaduhan di lokasi. Namun, ia memastikan bahwa secara keseluruhan kegiatan keagamaan tersebut tetap berjalan dengan lancar dan aman.
"Alhamdulillah kondusif mas," pungkas AKP Rizky kepada awak media.
Editor : Arif F