Nilai Rata Rata Tes Kemampuan Akademik Siswa SD dan SMP Jadi Sorotan Fraksi di DPRD Grobogan
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 siswa SD dan SMP di Kabupaten Grobogan menjadi sorotan sejumlah fraksi dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (24/6/2026).
Rapat paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Grobogan Tahun Anggaran 2025 dipimpin Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani.
Dalam rapat paripurna yang dihadiri juga oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi, ada tiga fraksi yang menyoroti TKA, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra dan Faksi Keadilan Nasional.
Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicara Moch Sutarno menyoroti hasil pencapaian TKA Tahun 2025 untuk siswa SD se Kabupaten Grobogan 50,27 yang berada di peringkat 34 dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah.
Menurut Moch Sutarno, rata-rata nilai Bahasa Indonesia sekitar 58,48 dan Matematika sekitar 39,59, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional Bahasa Indonesia 60,35 dan Matematika 43,61.
Untuk kemampuan TKA siswa SMP se Kabupaten Grobogan pada Tahun 2025 berada di peringkat 35 dari 35 Kabupaten / Kota di Jawa Tengah atau terendah. Dengan nilai rata-rata TKA di Kabupaten Grobogan mendapat 49,04.
"Fraksi PDI Perjuangan menyarankan ada evaluasi dan strategi Dinas Pendidikan Grobogan untuk tahun depan (2026) dalam peningkatan TKA siswa SD dan siswa SMP," tambah Moch Sutarno.
Sedangkan Fraksi Partai Gerinda memandang perlu mengaitkan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025 dengan kondisi faktual mutu pendidikan dasar di Kabupaten Grobogan sebagaimana tercermin dalam hasil TKA tahun 2025.
Bagi Fraksi Partai Gerindra, fakta ini merupakan catatan penting. Meskipun indikator makro menunjukkan perbaikan, kemampuan dasar literasi dan numerasi anak-anak Grobogan justru masih tertinggal dibandingkan daerah lain.
Oleh karena itu, tanpa menggeser fokus utama pembahasan dari pertanggungjawaban fiskal APBD 2025, Fraksi Partai Gerindra memandang capaian TKA relevan dijadikan salah satu indikator evaluasi untuk menilai efektivitas belanja fungsi pendidikan yang telah dilaporkan dalam APBD 2025.
"Dengan belanja pendidikan yang secara nominal cukup besar dan telah disajikan dalam rincian fungsi pendidikan, seharusnya terdapat dampak yang lebih kuat terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
Fraksi Partai Gerindra meminta penjelasan Pemkab khususnya Dinas Pendidikan Grobogan, mengenai sejauh mana alokasi dan realisasi belanja pendidikan 2025 benar-benar diarahkan pada program yang berkaitan langsung dengan peningkatan kemampuan dasar siswa.
Juga bagaimana komposisi belanja yang langsung mendukung mutu pembelajaran; serta apa peta intervensi terhadap sekolah dan wilayah yang capaian TKA-nya masih tertinggal.
Sedangkan Ahmad Sidiq, juru bicara Fraksi Keadilan Nasional (PKS dan Partai Nasdem) menyatakan prihatin dengan capaian nilai rata -rata TKA para siswa SD dan SMP di Kabupaten Grobogan Tahun 2025.
"Fraksi Keadilan Nasional mohon Dinas Pendidikan mengambil lngkah strategis untuk evaluasi dan mendapatkan penyebabnya, dan mengambil lengkah serius agar tahun depan (TKA) tidak kembali memrihatinkan," kata Ahmad Sidiq.
Editor : Arif F