Kerukunan Beragama Ditunjukan Warga Bandarsari Gubug, Ikut Bersih Bersih Klenteng Jelang Imlek
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Kerukunan beragama ditunjukan warga di Kampung Bandarsari, Desa/Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Warga dari berbagai agama dan latar belakang dengan senang hati turut kegiatan bersih-bersih Klenteng Hok An Bio Kecamatan Gubug dua hari menjelang Tahun Baru Imlek.
Mereka tidak hanya umat Konghucu, namun ada juga umat Budha dan Islam yang dengan penuh kerukunan membersihkan tempat ibadah tersebut.
"Saya bantu di sini sebagai juru kunci, agama saya Islam. Saya lama di klenteng. Tidak canggung karena sudah terbiasa yang penting iklhas bisa pengabdian di sini," tutur Bambang Triyono alias Mbing.
Bersih-bersih dilakukan warga di lingkungan Klenteng Hok An Bio Gubug. Sementara ritual pembersihan patung dewa dewi dilaksanakan oleh pengurus klenteng setempat.
Kegiatan bersih-bersih klenteng juga dilakukan anggota Polres Grobogan bersama pengurus PWI Grobogan menjelang Tahun Baru Imlek 2026 di Klenteng Hok An Bio Purwodadi.
Menurut Lie Siaw Ing, selaku Lo Cu Kong Co Kwan Kong Klenteng Hok An Bio Gubug, kegiatan bersih klenteng ini dalam rangka Imlek dengan harapan membersihkan diri, bijaksana seperti leluhur Kong Cho Mak Choo.
"Harapan selalu rukun, tidak terprovokasi kepentingan politik, mari jaga Bhinneka Tunggal Ika saling membantu saling mendukung menuju bangsa yang sesuai dengan harapan leluhur," tambah Lie Siaw.
Pembersihan klenteng dan rupang (patung dewa-dewi) menjelang Tahun Baru Imlek, bertujuan untuk menyucikan tempat ibadah dan patung dari debu fisik maupun energi negatif setahun terakhir.
Ritual ini menandai momen "dewa dewi naik ke langit" (Sung Sen), sehingga patung dibersihkan saat kosong untuk menyambut kembalinya berkah di tahun baru.
Selain itu untuk penyucian batin dan spiritual diri manusia dari keburukan, pikiran kotor, dan dosa, agar siap menyambut lembaran baru dengan jiwa yang bersih di Tahun Baru Imlek.
Tak hanya itu pembersihan tersebut juga wujud penghormatan kepada para dewa-dewi dan leluhur. Kemudian dengan kondisi klenteng yang bersih maka nyaman dan khusuk untuk beribadah.(*)
Editor : Arif F