Logo Network
Network

Pagelaran Wayang Kulit Lakon Wahyu Senopati, Cerita Bima Bergelar Putut Bhayangkara

Arif F
.
Jum'at, 23 Juni 2023 | 16:05 WIB
Pagelaran Wayang Kulit Lakon Wahyu Senopati, Cerita Bima Bergelar Putut Bhayangkara
Pagelaran wayang kulit dengan lakon, Wahyu Senopati dalam rangka Hari Bhayangkara ke 77 di Pendapa Pemkab Grobogan, Kamis (22/6/2023) malam. (Istimewa)

GROBOGAN,iNewsMuria.id-Dua dalang tampil bareng dalam pagelaran wayang kulit dengan lakon, Wahyu Senopati, yang menceritakan peperangan Pandawa dan Kurawa serta Bima yang mendapat gelar Putut Bhayangkara.

Pagelaran wayang kulit dua dalang Ki Zainuri dan Ki Joko Umbaran, dengan lakon Wahyu Senopati dalam rangka Hari Bhayangkara ke 77 dilaksanakan Polres Grobogan di Pendapa Kabupaten Grobogan pada Kamis (22/6/2023) malam.

Wahyu Senopati menceritakan kisah peperangan Pandawa sebagai pihak yang baik dan Kurawa sebagai pihak yang jahat. Tokoh utama dalam lakon ini adalah Werkudoro atau Bima. Kisah dimulai dengan rencana jahat Kurawa.

Kurawa pun berupaya menjebak Bima agar mau datang ke negara Astina dan mau menandatangani perjanjian damai. Kendati tahu resiko datang ke Astina sebagai markas Kurawa, Bima dengan gagah berani datang tanpa ditemani siapapun.

Diceritakan dalang, bahwa Bima datang sendiri, karena yakin bahwa kebenaran pasti akan mengalahkan kejahatan. Tatkala Kurawa akan membunuh Bima, tokoh pewayangan yang digambarkan tinggi besar dengan kuku panjang, mengetahui rencana tersebut.

Bima pun berhasil menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan itu. Bahkan saat terdesak, Bima memohon petunjuk kepada Sang Hyang Widi. Hingga akhirnya turun ‘Wahyu Senopati” dan Bima mendapat gelar “Putut Bhayangkara”.


Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan gunungan wayang kulit kepada dalang. (Istimewa)

 

Meneladani Bima

Hingga akhirnya terjadi peperangan besar antara kubu Pandawa dan kubu Kurawa. Pandawa sebagai pihak yang baik berhasil memenangi peperangan besar itu. Dalam peperangan itu Bima digambarkan sebagai sosok prajurit jujur, disiplin, berani, setia, tangguh dan kuat.

Menurut AKBP Dedy Anung Kurniawan, pagelaran wayang kulit tersebut sebagai bentuk kepedulian Polres Grobogan terhadap pelestarian budaya Indonesia. Apalagi wayang memiliki filosofi, nasihat dan tauladan dalam kehidupan.

“Untuk itu di peringatan Hari Bhayangkara ini, saya mengajak seluruh anggota Polres Grobogan untuk meneladani Bima, yang  memiliki kedisiplinan, kejujuran, keberanian dan kesetiaan dalam menjalankan tugas,” ujar Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan. 

Ditambahkan Kapolres Grobogan, saat anggota Polri menjalankan tugas dengan baik, ikhlas dan tanggunjawab, maka akan terwujud kondisi kamtibmas yang aman dan damai, serta masyarakat akan puas dengan kinerja Polri. (*) 

Editor : Arif F

Follow Berita iNews Muria di Google News

Bagikan Artikel Ini