Bupati Setyo Hadi Buka Pameran Bonsai Grobogan, Catat Perputaran Uang Tembus Rp100 Juta Per Bulan

Arif Fajar
Bupati Grobogan Setyo Hadi mengamati bonsai di Pameran Lokal Bonsai Grobogan di kompleks Dispertan setempat, Rabu (5/8/2026).(Arif Fsjar)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Bupati Grobogan Setyo Hadi secara resmi membuka Pameran Lokal Bonsai Grobogan yang diselenggarakan di kompleks Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Rabu (5/8/2026) yang diikuti para pebonsai lokal. 

Bupati seusai berkeliling lokasi pameran didampingi Kepala Dispertan Wakid Mutowal, Staf Ahli Bupati dan Ketua PBI Grobogan, mengapresiasi kreativitas para penggiat bonsai lokal dan berharap kegiatan ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya guna mendongkrak perekonomian masyarakat.

​Menurut Bupati, hobi merawat bonsai kini tidak hanya sekadar menyalurkan kegemaran, tetapi juga bernilai ekonomis tinggi. Perputaran uang dari transaksi bonsai di wilayah ini bahkan dilaporkan telah menembus angka lebih dari Rp100 juta per bulan.

​"Kegiatan hari ini membuka pameran bonsai lokal di Kabupaten Grobogan. Sudah bagus, cuma ini bisa ditingkatkan lebih baik dan dapat membuahkan hasil untuk pendapatan masyarakat yang hobi bonsai," ujar Bupati Setyo Hadi.

​Ia menambahkan, pemasaran bonsai kini semakin luas melalui pemanfaatan media sosial serta bursa khusus, sehingga banyak peminat dari berbagai kalangan yang tertarik. Selain mendatangkan cuan, merawat bonsai juga melatih kesabaran dan menjadi kegiatan yang positif.

​Ketika disinggung mengenai agenda pameran rutin tingkat regional maupun nasional, Bupati menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan pola bergantian antara pameran tingkat lokal dan nasional agar ekosistem bonsai di daerah lain juga turut berkembang.

​Bupati Setyo Hadi juga bernostalgia bahwa dirinya sudah mengenal dunia bonsai sejak muda, meski kesibukan membuatnya belum berkesempatan merawat secara langsung.

​Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PBI) Cabang Grobogan, Diharto, menyampaikan bahwa pameran lokal kali ini diikuti oleh 400 peserta. Jumlah tersebut sengaja dibatasi agar fokus pada tujuan utama, yakni memotivasi para pembudidaya pemula.

​"Pesertanya 400 kita batasi karena kita hanya lokal. Tujuannya memotivasi pembudidaya, jadi rata-rata kita pertandingkan kelas bahan sama kelas jadi, hanya dua kelas," ungkap Diharto.

​Ia membedakan pameran lokal dengan pameran nasional (pamnas) yang memiliki jenjang kelas lebih tinggi, mulai dari kelas bahan atau prospek, pratama (percabangan rapi), madya (perantingan rapi), utama, hingga kelas bintang yang merupakan kelas puncak. Pohon-pohon kelas bintang dan madya milik Grobogan sengaja tidak diturunkan di pameran lokal untuk memberikan ruang bagi peserta lain.

​Diharto juga membeberkan bahwa Kabupaten Grobogan memiliki empat pohon yang menjadi ikon kabupaten, yaitu:
​Anting Putri (dijuluki Kenes, yang selalu menjadi jawara).
​Santigi (terkenal dengan dobel mahkota).
​Garkadot (varian Anting Putri).
​Kimeng (milik Kukuh Prasetyo yang masuk kelas utama dan bintang).

​Sedangkan Kepala Dispertan Grobogan Wakid Mutowal mengatakan, pihaknya akan terus menata kompleks Dispertan sehingga bisa mendukung kegiatan pertanian dan para pehobi tanaman.  Pameran Bonsai dijadwalkan berlangsung hingga hari Jumat (7/8/2026).

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network