Beri Isyarat Agar Pemotor Pelan, Penjual Siomay di Grobogan Malah Dihajar Hingga Pingsan

Arif Fajar
Ilustrasi, penganiayaan (Istimewa)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Niat baik mengingatkan pengendara agar tidak ngebut berujung tragis bagi Supri  (45), warga Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. 

Penjual siomay keliling asal Desa Selo tersebut, justru menjadi korban pengeroyokan oleh seorang pemotor bersama rekan-rekannya hingga mengalami luka.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, pada Minggu (26/7/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Menurut keterangan kerabat korban, Fajar, insiden bermula ketika Supri tengah membantu menyeberangkan sejumlah orang yang hendak berziarah ke makam Ki Ageng Tarub.

Di saat menyeberangkan itu, melintas sepeda motor. Lantaran khawatir membahayakan para peziarah, Supri lantas mengibaskan handuk kecil untuk memberi isyarat agar pengendara mengurangi laju kendaraannya.

”Setelah mengibaskan handuk kecil, terduga pelaku berhenti. Kemudian datang dua orang temannya di belakangnya berhenti juga,” ujar Fajar kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Tak berselang lama setelah selesai menyeberangkan peziarah, Supri justru didatangi seseorang yang memintanya untuk menemui pemotor tersebut dan meminta maaf. 

Tanpa ada prasangka buruk, korban menuruti permintaan itu untuk meredakan situasi. Namun, alih-alih berdialog, korban justru langsung diserang. Supri dipukul beberapa kali.

Bahkan akibat tindakan pelaku, Supri tak berdaya dan dikabarkan sempat pingsan selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Dikatakannya, akibat penganiayaan brutal tersebut, Supri mengalami sejumlah luka serius di bagian wajah dan mata. Sehingga harus menjalani perawatan intensif di RS Yakkum Purwodadi.

Pihak keluarga melalui Fajar menyatakan telah membawa kasus kekerasan ini ke ranah hukum dengan melaporkannya secara resmi ke Polsek Tawangharjo. 

Pihak keluarga berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap para pelaku. Hingga Selasa (28/7/2026) korban masih dirawat di RS Yakkum Purwodadi.

Sementara itu, Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah meminta keterangan dari pihak pelapor, yakni korban.

”Siang tadi ada laki-laki yang laporan ke Polsek untuk laporan. Baru minta keterangan pelapor (terkait penganiayaan tersebut),” jelas Kapolsek AKP Sartono kepada wartawan.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network