Operasi Patuh Candi 2026: Polda Jateng Prioritaskan 60 Persen Tilang Elektronik

Arif Fajar
Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latief Usman membuka Latihan Pra Operasi Patuh Candi 2026 di Mapolda Jateng.(dok.Humas Polda Jateng)

SEMARANG,iNewsMuria.id – Polda Jateng mematangkan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 melalui kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latief Usman dan diikuti para pejabat utama serta personel yang akan terlibat dalam operasi di seluruh jajaran Polda Jateng.

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latief Usman menyebut bahwa Latpraops yang digelar Selasa (2/6/2026), untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kesiapan personel, serta memastikan pelaksanaan operasi berjalan secara profesional, terukur dan tepat sasaran.

"Melalui kegiatan ini, personel dibekali pemahaman mengenai pola bertindak, strategi pelaksanaan tugas, hingga pendekatan yang akan dikedepankan selama operasi berlangsung," jelasnya.

Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa dan tingginya penggunaan kendaraan bermotor.

Sehingga menurut Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latief Usman, diperlukan langkah-langkah yang tepat guna menjaga keamanan dan keselamatan para pengguna jalan.

Melalui Operasi Patuh Candi 2026 mulai 8-21 Juni, menurut Wakapolda Jateng, diharapkan mengedepankan pendekatan preemtif, preventif dan represif secara humanis. 

“Harapannya dapat membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik," ujar Wakapolda.

Kepada seluruh personel yang terlibat Wakapolda menekankan, agar memahami rencana operasi dengan baik sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Laksanakan tugas secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dimanapun dan kapanpun. Setiap personel harus memahami rencana operasi," tegasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra menjelaskan bahwa Operasi Patuh Candi 2026 akan digelar secara serentak selama 14 hari di seluruh wilayah hukum Polda Jateng dan polres jajaran. 

Operasi ini bertujuan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korbannya, sekaligus mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan berkeselamatan bagi masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan operasi dengan mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis yang didukung penegakan hukum lalu lintas secara elektronik maupun konvensional.

"Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas," ujarnya.

Komposisinya, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra menyampaikan, pendekatan preemtif 20 persen, preventif 30 persen dan represif atau penegakan hukum sebesar 50 persen. 

Sedang penindakan dilakukan dengan komposisi 60 persen melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 30 persen tilang manual, serta 10 persen teguran simpatik dan edukatif.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto mengajak masyarakat untuk memandang Operasi Patuh Candi 2026 sebagai upaya bersama dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.

"Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa mematuhi aturan lalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga maupun pengguna jalan lainnya," ujar Kombes Pol. Artanto.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network