GROBOGAN,iNewsMuria.id – Lahan pertanian di Desa Tindanging, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan tidak bisa digarap karena hingga Kamis (28/5/2026) sebagian masih tertutup lumpur.
Lumpur tersebut memenuhi sebagian lahan produktif warga akibat tanggul Sungai Tuntang yang jebol pada Februari 2026 akibat tak mampu menampung debit air.
Hal tersebut disampaikan warga saat dialog dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno di halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding, pada saat Hari Raya Iduladha.
Kedatangan Sekda Provinsi Jateng, Sumarno tersebut dalam rangka penyerahan hewan kurban bantuan kemasyarakatan Presiden RI di masjid tersebut.
Kondisi persawahan yang masih terendam lumpur dan tidak bisa digarap, disampaikan Sumarsih, petani setempat yang memanfaatkan momentum dialog dengan Sekda Jateng tersebut.
Dikatakannya, seusai tanggul jebol yang menyebabkan banjir dengan membawa lumpur tersebut telah menutup lahan sawah miliknya seluar 1,5 hektare.
Sawah miliknya tersebut mangkrak, lanjut Sumarsih, karena kedudukannya jauh lebih tinggi dari lahan pertanian di sekitarnya, akibatnya air dari irigiasi tak bisa mengaliri lahannya.
"Tidak bisa ditanamai, jadi saya ingin lumpur di sawah dikeruk saja supaya bisa ditanam lagi," kata Sumarsih di hadapan Sekda.
Sekda Jateng Sumarno setelah mendengar keluhan tersebut langsung merespons dengan mengajak jajaran dan Sekda Grobogan Anang Armunanto untuk mengecek ke lokasi.
"Desa Tinanding kemarin terdampak tanggul jebol, ada sawah warga yang terkena lumpur. Sampai saat ini belum bisa beraktivitas untuk tanam," ujarnya kepada wartawan seusai pengecekan.
Dengan kondisi tersebut menurut Sekda Jateng, langkah tercepat dan rasional adalah melakukan pengerukan lumpur karena ini menyangkut sumber pendapatan petani.
"Solusinya ya harus dikeruk untuk disamakan elevasinya dengan sawah di sebelahnya, supaya air bisa menggenangi area sawah yang terdampak lumpur," kata Sumarsono.
Apalagi, sambungnya, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Desa Tinanding merupakan zona Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang memiliki tingkat kesuburan sangat tinggi.
Terlebih, saluran yang jebol beberapa waktu lalu merupakan saluran induk irigasi yang vital bagi pertanian di Kabupaten Grobogan.
"Kalau dari RTRW pasti ini masuk LSD karena memang ini daerah subur. Bisa dilihat di sebelah-sebelahnya, sekarang juga masih ditanami dan tumbuh cukup hijau," tambahnya.
Pemprov Jateng melalui tim perencanaan akan segera merumuskan langkah teknis penanganan lahan pertanian yang masih terendam lumpur dampak tanggul jebol.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
