Modernisasi Pertanian Grobogan, Metode PM-AAS Tanam Padi Cepat, Panen Melimpah

Arif Fajar
Gerakan Tanam Bersama menggunakan metode PM-AAS di Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Rabu (30/9/2026).(Foto: Dok Pendim 0717 Grobogan)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - BBWS Pemali Juana menggelar aksi Gerakan Tanam Bersama menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) di Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan ini menunjukan keseriusan Pemkab Grobogan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian dalam mendorong efisiensi dan kesejahteraan para petani.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jateng, Arif Surahman, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan metode budidaya yang menggabungkan berbagai teknik pertanian modern. 

Dari uji coba yang dilakukan di 12 provinsi, metode PM-AAS mampu mencetak rata-rata produksi hingga 10,4 ton per hektare, bahkan di beberapa lokasi menembus angka 12 ton per hektare.

Pemerintah menargetkan penanaman seluas 1.000.000 hektare hingga Desember mendatang. Kabupaten Grobogan sendiri mendapat alokasi target 7.800 hektare, dan sudah berhasil tercapai!

Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Wakid Mutowal, menambahkan bahwa dalam sistem PM-AAS, penerapan teknologi seperti Tabela (Tanam Benih Langsung) dan drum seeder menjadi kunci. 

Teknologi ini memangkas kebutuhan tenaga kerja dan mempercepat waktu tanam secara signifikan.
Dengan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian yang mendampingi petani, Kabupaten Grobogan memasang target tinggi untuk tahun depan.

Target Strategis Pertanian Grobogan pada tahun 2027, lanjut Wakid Mutowal, produksi padi menargetkan hasil panen hingga 1 juta ton.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Himawan, menegaskan bahwa PM-AAS adalah strategi nyata untuk modernisasi pertanian yang membutuhkan sinergi erat antara petani, penyuluh, dan petugas di lapangan.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady, menyampaikan apresiasi Bupati Grobogan atas terselenggaranya gerakan ini. 

Sektor pertanian adalah pilar utama ekonomi Grobogan, sehingga transformasi dari konvensional menuju pertanian modern berbasis teknologi, alat mekanisasi, dan pengelolaan air yang optimal adalah hal wajib.

“Melalui gerakan tanam bersama ini, Kabupaten Grobogan optimistis mampu menjadi benteng ketahanan dan swasembada pangan yang tangguh, modern, serta berkelanjutan,” ujar Kukuh.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network