GROBOGAN,iNewsMuria.id - Kebakaran rumah yang digunakan sebagai tempat rental Playstation (Ps) terjadi di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026) dini hari.
Kejadian kali pertama diketahui dua orang warga yang baru saja pulang dari warung kopi sekira pukul 01.10 WIB. Keduanya saat melintas di rumah milik Sugiarto yang dikontrak Suharno, melihat kobaran api di atap bagian belakang.
Rumah milik Sugiatro (50) di Dusun Kedungwungu, Desa Panunggalan tersebut dikontrak Suharno (30) warga Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon untuk rental PS.
Melihat kobaran api dari atap bagian belakang rumah tersebut kedua warga kemudian memberitahukan warga yang tengah berada di warung angkringan tak jauh dari lokasi kejadian.
Mereka kemudian bersama-sama ke lokasi kebakaran sambil meminta tolong warga lainnya. Mendengar teriakan ada kebakaran, warga kemudian berdatangan ke tempat kejadian.
Warga kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan yang ada dan air. Sementara warga lainnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Pulokulon dan Pos Damkar Wirosari.
Petugas pemadam kebakaran bersama dua unit mobil damkar mendatangi lokasi kejadian. Bersama warga dan petugas, akhirnya api yang membakar tempat rental Playstation tersebut berhasil dipadamkan.
Menurut Kapolsek Pulokulon AKP Danang Esanto, setelah api dipadamkan dan dilakukan pendinginan anggota Unit Reskrim Polsek Pulokulon melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara)
Diketahui selain rumah yang terbakar, ada juga 11 unit TV 40 inc, 12 Playstation terdiri dari 10 unit Ps 3 dan 2 unit Ps 4, satu unit kulkas, satu unit komputer dan printer.
Dari olah TKP yang dilakukan, petugas menemukan sisa kabel yang terbakar. Menurut Kapolsek Pulokulon, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik di ruang belakang.
"Akibat kebakaran tersebut pemilik rental Ps, Suharno mengalami kerugian sekira Rp80 juta, sedang pemilik rumah menderita kerugian Rp60 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujar AKP Danang.
Atas kejadian tersebut kepolisian mengimbau kepada warga tetap mewaspadai bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan korsleting listrik akibat kabel tidak standar SNI dan instalasi yang jarak dicek.(*)
Editor : Arif F
Artikel Terkait
