Menanggapi hal ini, Kepala Dinkes Grobogan, dr Djatmiko mengatakan bahwa Dinkes telah menerima laporan soal kejadian tersebut dan telah melakukan konfirmasi dan verifikasi.
Setelah dipastikan ada warga di Desa Sugihmanik yang mengalami gejala penyakit chikungunya, lanjut dr Djatmiko, Dinkes berkoordinasi dengan Puskesmas Tanggungharjo untuk melakukan penanganan.
"Benar ada yang terserang Chikungnya, sudah kita tangani dengan memberikan obat untuk meredakan gejala dan mempercepat proses pemulihan," ujar dr Djatmiko.
Selain pengobatan, sambungnya, Dinkes Grobogan bersama Puskesmas Tanggungharjo juga sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap warga Desa Sugihmanik.
Untuk diketahui, penyakit Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk dan gejalanya baru dirasakan sekitar dua hingga tujuh hari.
"Mengingat penularan melalui gigitan nyamuk Dinkes Grobogan juga melakukan upaya pencegahan fogging di permukiman yang warganya mengalami gejala Chikungunya," ucapnya.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
