Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sertijab Direktur PDAM Grobogan, Sejumlah Pekerjaan Rumah Menanti Pejabat Baru Nasirul Umam
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Kayu Tebangan Pohon di Kota Purwodadi Akhirnya Akan Dilelang Pemkab Grobogan

Kamis, 24 September 2026 | 19:40 WIB
  • author Arif Fajar
Ratusan Kayu Tebangan Pohon di Kota Purwodadi Akhirnya Akan Dilelang Pemkab Grobogan
Kayu tebangan pohon peneduh dalam penataan drainase kota di tampung di eks Pasar Glendoh, Jalan R Suprapto Purwodadi, Grobogan, Kamis (24/9/2026).(Foto:Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Penataan drainase di sejumlah jalan di Kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan guna mencegah banjir saat musim hujan, diiringi penebangan ratusan pohon peneduh.

Proses penebangan pohon tersebut, hingga Kamis (24/9/2026) masih terus berlangsung. Seperti di Jalan Siswomiharjo, Jalan Piere Tendean, Jalan Panjaitan, pekerja masih terus melakukan penebangan.

Selain penebangan ratusan pohon, alat berat juga mendongkel akar pohon yang dinilai selama ini mengganggu aliran air di drainase yang memicu terjadinya banjir di Kota Purwodadi saat musim hujan tiba.

Kayu tebangan pohon tersebut, kemudian oleh dinas terkait dikumpulkan di bekas Pasar Glendoh, Jalan R Suprapto Purwodadi. Menurut rencana kayu-kayu tersebu akan dilelang.

Hal itu disampaikan Kepala BPPKAD Grobogan Wahyu Susetijono, bahwa ratusan batang kayu hasil penebangan dalam penataan drainase kota berstatus barang milik daerah.

Untuk itu, lanjut Wahyu, dengan status barang milik daerah, ratusan kayu hasil penebangan pohon di Kota Purwodadi pemanfaatan maupun penjualannya harus mengikuti ketentuan yang ada.

"Nantinya setelah penebangan selesai semua, akan dijual melalui mekanisme lelang. Saat ini masih dilakukan pendataan mengingat proses penebangan belum selesai sepenuhnya," tutur Wahyu Susetijono. 

Bahkan lanjut Kepala BPPKAD Grobogan Wahyu Susetijono, pihaknya berencana mencari lokasi lain untuk menampung batang kayu hasil tebangan tersebut, jika nantinya eks Pasar Glendoh tidak bisa menampung semua kayu.

Yang jelas penjualannya akan melalui lelang, untuk berapa harganya dikatakan Wahyu, Pemkab Grobogan akan melibatkan Perhutani untuk penilaiannya. 

Penilaian tersebut, sambung Wahyu, dilakukan dengan bantuan pihak Perhutani sehingga bisa diketahui berapa volumnye, untuk menentukan harga. Sehingga harga tersebut yang akan digunakan saat lelang.

Pelaksanaan pekerjaan penataan drainase kota yang diiringi dengan penebangan ratusan pohon peneduh tersebut, menurut Kepala Dinas PUPR Grobogan Een Endarto, menggunakan dana pinjaman pihak ketiga.

"Nantinya pohon yang ditebang tetap akan kita ganti, dengan pohon yang akarnya tidak mengganggu drainase, seperti pohon Pule," papar Een.

Editor: Arif F

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut