Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sertijab Direktur PDAM Grobogan, Sejumlah Pekerjaan Rumah Menanti Pejabat Baru Nasirul Umam
Advertisement . Scroll to see content

Dinkes Grobogan Imbau Warga Waspada Dehidrasi di Musim Kemarau Panjang

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:39 WIB
  • author Arif Fajar
Dinkes Grobogan Imbau Warga Waspada Dehidrasi di Musim Kemarau Panjang
Cegah keluhan kesehatan saat musim kemarau, masyarakat disarankan perbanyak minum air putih. (Foto:Dok iNews.id)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada dalam menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan selama musim kemarau panjang.

Kepala Dinkes Grobogan, dr  Djatmiko, menyoroti dua fokus utama yang perlu diwaspadai warga. Yakni risiko gangguan kesehatan pribadi dan ancaman bahaya di sekitar lingkungan rumah.

Menurut Djatmiko, warga sebaiknya mewaspadai gangguan kesehatan saat cuaca panas di musim kemarau, karena panas dan debu bisa memicu berbagai keluhan kesehatan.

Seperti dehidrasi dan heat stroke. Dengan gejala pusing, lemas, hingga jantung berdebar. Warna urine yang kuning pekat menjadi tanda utama tubuh mulai kekurangan cairan.

ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Atas dan Iritasi. Karena polusi debu yang meningkat di musim kemarau dapat memicu batuk, pilek, mata perih, serta tenggorokan kering.

Selain itu cuaca panas juga dalam mengganggu kesehatan kulit  dan tubu, seperti ruam keringat, bibir pecah-pecah, hingga mimisan akibat selaput hidung yang mengering.

Agar tidak mengalami keluhan kesehatan selama musim kemarau, dr Djatmiko menyarankan warga agar minum air putih yang cukup minimal 2 hingga 2,5 liter sehari. Jangan menunggu haus.

Kemudian bagi mereka yang hendak beraktivitas di luar rumah gunakan masker dan topi, serta oleskan lip balm untuk mencegah bibir pecah-pecah.

“Sebaiknya kurangi aktivitas berat di luar ruangan pada pukul 10.00–15.00 WIB, jika tidak penting sekali,” tambah Kepala Dinkes Grobogan dr Djatmiko.

Selain dampak langsung pada tubuh, kondisi lingkungan yang kering juga menyimpan bahaya lain. Yakni rumput dan tumpukan sampah kering sangat mudah terbakar dan menciptakan polusi udara. 

Kemarau panjang juga dipastikan sumber air akan mengering. Untuk memasak serta mandi, cuci, kakus (MCK) gunakan air bersih dan layak konsumsi agar terhindar dari kuman.

Dikatakan dr Djatmiko selama berlangsungnya musim kemarau seperti ini, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia memerlukan pengawasan ekstra di cuaca ekstrem ini. 

Para orang tua diminta memastikan anak-anak tidak bermain di luar saat terik matahari. Sementara bagi lansia, dianjurkan untuk tetap berada di ruangan yang sejuk serta rutin minum air putih.

Editor: Arif F

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut