get app
inews
Aa Text
Read Next : Sertijab Direktur PDAM Grobogan, Sejumlah Pekerjaan Rumah Menanti Pejabat Baru Nasirul Umam

Tragis! 35.000 Ekor Ayam Terpanggang saat 2 Kandang di Grobogan Terbakar, Kerugian Rp1,5 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:08 WIB
header img
Polisi melakukan olah TKP kebalaran 2 kandang ayam di Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Minggu (30/8/2026).(Foto: Dok. Polsek Tegowanu).

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Kebakaran dua bangunan kandang ayam terjadi di Dusun Gambreng RT 11 RW 03, Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Minggu (30/8/2026) dini hari. Sebanyak sekitar 35.000 ekor ayam terbakar dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran tersebut, awalnya diketahui oleh Haryanto (40), yang datang ke lokasi kandang. Saat berada di sekitar gudang, ia mendengar suara letupan. Setelah keluar untuk mengecek kondisi kandang, ia melihat api sudah membesar di kandang sebelah selatan.

Melihat kobaran api semakin membesar, Haryanto kemudian membangunkan para penjaga kandang. Mereka kemudian berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi.

Namun, api dengan cepat merambat ke bagian dinding yang terbuat dari terpal. Kobaran semakin membesar karena alas kandang menggunakan bambu yang dilapisi sekam. Api kemudian menjalar ke kandang ayam di sebelahnya yang berjarak sekitar 12 meter.

Dua bangunan kandang yang terbakar masing-masing berukuran sekitar 10 x 60 meter. Bangunan tersebut memiliki tiang beton dengan ketinggian sekitar empat meter dan terdiri dari dua lantai, sedangkan atap dan dinding menggunakan besi yang terbungkus terpal.

Kedua kandang tersebut masing-masing berisi ribuan ekor ayam. Kandang milik Karyo Witoto (55), warga Kota Semarang, berisi sekitar 19.000 ekor ayam, sedangkan kandang milik H. Achmad Sumardi (46), warga Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu, berisi sekitar 16.000 ekor ayam.

Dalam kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka bakar. Haryanto (40) mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada bagian punggung, sedangkan Supartoyo (37) mengalami luka bakar pada tangan dan kaki sekitar 15 persen. Sementara satu korban lainnya juga mengalami luka bakar dengan tingkat sekitar 25 persen.

Dua korban menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gubug, sedangkan satu korban lainnya mendapatkan perawatan secara rawat jalan. Selain korban luka, satu unit sepeda motor Suzuki Satria milik pekerja kandang juga turut terbakar.

Plt Kapolsek Tegowanu AKP Abdul Kadir mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya bersama Inafis Polres Grobogan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Grobogan turut dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam bersama warga dan personel Polsek Tegowanu, kemudian melakukan upaya pemadaman hingga kobaran api berhasil dijinakkan.

“Dari hasil olah TKP, kami menemukan peralatan reflektor pemanas gas untuk unggas di dalam kandang. Saat kejadian, perangkat pemanas tersebut dalam kondisi menyala di kedua kandang,” kata AKP Abdul Kadir.

Petugas juga menemukan sisa perangkat pemanas gas yang terbuat dari baja serta tabung gas dalam kondisi terbakar. Perangkat tersebut digunakan untuk menjaga suhu ayam dan dinyalakan sejak sore hingga pagi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, sumber api diduga berasal dari perangkat pemanas yang digunakan di dalam kandang. Pengelola kandang juga kami imbau agar memperhatikan keamanan penggunaan alat pemanas dan tabung gas, terutama karena di dalam kandang terdapat material seperti terpal, bambu dan sekam yang mudah terbakar,” jelas Kapolsek Tegowanu.

Akibat kejadian tersebut, pemilik kandang diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp1,5 miliar. Kerugian tersebut meliputi bangunan kandang, sekitar 35.000 ekor ayam serta barang-barang lain yang ikut terbakar.

“Kami mengimbau seluruh pengelola kandang ayam agar rutin memeriksa kondisi alat pemanas, tabung gas dan instalasi pendukung lainnya. Pastikan perangkat ditempatkan secara aman dan jauh dari material yang mudah terbakar untuk mencegah terjadinya kebakaran,” pungkas AKP Abdul Kadir.

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut