Sindir Koruptor, Teater Lingkar Gandeng Sujiwo Tejo Siap Pentaskan Rojo Tikus di Demak
DEMAK,iNewsMuria.id - Teater Lingkar bersiap menghadirkan sebuah pertunjukan spektakuler bertajuk “Rojo Tikus” di Stadion Pancasila, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Pementasan yang dijadwalkan pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 19.00 WIB ini mengusung konsep pakeliran multidimensi yang memadukan teater modern dengan tradisi pedalangan Jawa.
Pertunjukan ini menjadi sorotan karena melibatkan budayawan nasional, Sujiwo Tejo, dalam proses kreatifnya. Selain itu, pementasan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Humas Teater Lingkar, Ario Bimo Gesit, menjelaskan bahwa "Rojo Tikus" bukan sekadar pementasan biasa. Karya ini dirancang sebagai persembahan budaya yang mempertemukan unsur magis, filosofi Jawa, dan kritik sosial dalam satu panggung.
“Konsep pakeliran multidimensi ini menggabungkan berbagai cabang seni. Mulai dari pedalangan, teater, hingga tari, dengan iringan musik yang memadukan instrumen diatonis dan pentatonis,” ujar Ario dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Meskipun dikemas dengan sentuhan modern, pementasan ini tetap berpegang teguh pada pakem tradisi. Uniknya, Sindhunata Gesit Widiharto akan berperan ganda sebagai sutradara sekaligus dalang, atau yang akrab disebut sebagai “sutradalang”.
Lakon "Rojo Tikus" menyajikan kisah satir tentang Tuan Wirog Bawono, seorang pemimpin korup dari Negeri Sahara yang dijuluki sebagai "tikus berdasi". Ia dikisahkan membangun kekuasaan melalui praktik kotor hingga menciptakan sebuah era yang disebut "Orde Tikus".
Konflik utama muncul saat Wirog Bawono merasakan pergulatan batin dan berniat untuk bertobat. Namun, niat suci tersebut justru mendapat tentangan keras dari istrinya, Queen Milly Cherry.
Tak hanya itu, para pengikut setianya tetap menginginkan Wirog Bawono mempertahankan status quo. Satu lagi sosok leluhur kejam, Kakek Jinada yang mendorongnya tetap dalam keserakahan.
Di sisi lain, bayang-bayang mendiang ibunya hadir dalam mimpi untuk memberikan nasihat bijak, menciptakan dialektika moral yang kuat sepanjang pertunjukan.
Melalui pertarungan antara kebajikan dan kerakusan ini, Teater Lingkar mengajak penonton untuk merefleksikan kondisi sosial masa kini, terutama mengenai integritas seorang pemimpin.
Pertunjukan "Rojo Tikus" ini dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara gratis. Panitia berharap acara ini menjadi ruang apresiasi seni sekaligus cermin bagi publik dalam melihat realitas kepemimpinan melalui seni budaya.
Editor : Arif F