Seorang Petani Ditemukan Tewas di Saluran Air Pinggir Sawah Desa Ngembak Purwodadi
GROBOGAN,iNewsMuria.id – Warga di Dusun Nunggalan, Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah dikejutkan dengan penemuan pria meninggai di tepi sawah, Senin (30/3/2026).
Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tak bernyawa di dalam saluran pinggir sawah. Diketahui korban bernama Haryanto (52) warga Dusun Tegal, Desa Cingrkong, Kecamatan Purwodadi.
Menurut Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto, kejadian bermula ketika korban pamit ke istrinya, Suwarni (47) untuk memupuk tanaman padi di sawahnya di Desa Ngembak.
Namun sekira pukul 08.30 WIB, saksi Dwi Santoso (37) warga Desa Ngembak, melihat korban berada di saluran pinggir sawah miliknya dalam kondisi tengkurap.
Melihat hal itu saksi Dwi Santoso segera memberitahukan warga lainnya, Daryono (70) dan Hartono (57). Kemudian mereka mengangkat tubuh korban dari dalam saluran.
Ternyata ketika dicek, korban sudah tidak bernyawa. Sehingga oleh ketiga saksi, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Dusun Tegal, Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi.
Kejadian tersebut segera diberitahukan kepada Kepala Dusun (Kadus) Tegal, Edi Hartanto (36). Selanjutnya Edi segera melapor ke Polsek Purwodadi, Polres Grobogan.
Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto bersama jajarannya dan Samapta Polres Grobogan setelah menerima laporan tersebut segera mendatangi lokasi kejadian.
Kemudian Kapolsek Purwodadi segera menghubungi Tim Inafis Polres Grobogan untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) di saluran tepi sawah milik korban.
Sementara pemeriksaan jenazah korban dilakukan oleh tim medis Puskesmas Purwodadi. Menurut Kapolsek AKP Siswanto, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
“Namun berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat sakit jantung, kontrol terakhir pada tanggal 7 Maret 2026,” ujarnya.
Istri korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi dan telah menerimakan dengan menandatangani surat pernyataan. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(*)
Editor : Arif F