Angkat Potensi Lokal, Anggota Pramuka Grobogan Bikin Nasi Goreng Jagung Saat Uji Pramuka Garuda
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Semangat kreativitas berbasis potensi lokal terlihat dalam ajang Uji Pramuka Garuda yang digelar di Kwartir Ranting (Kwarran) Toroh, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (2/5/ 2026) ini menjadi panggung bagi para anggota Pramuka untuk membuktikan kecakapan hidup (life skill) mereka di hadapan tim penilai.
Sebanyak 115 anggota Pramuka Grobogan mengikuti uji kompetensi tertinggi di gerakan Pramuka ini, yang terdiri dari, 93 Pramuka Siaga, 20 Pramuka Penggalang dan 2 Pramuka Penegak
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah penampilan Yanuar Ahmad Pauzan, seorang Pramuka Penegak utusan dari MA Ronggo Leksono Geyer.
Sebagai peserta Uji Pramuka Garuda, Yanuar mengusung inovasi kuliner berupa "Nasi Goreng Jagung" sebagai materi uji kecakapan hidupnya.
Yanuar menjelaskan bahwa pilihannya jatuh pada jagung karena selaras dengan identitas Kabupaten Grobogan sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar.
Menurutnya, Pramuka sebagai generasi muda harus mampu membaca peluang ekonomi dari apa yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Inovasi nasi goreng jagung ini saya pilih sebagai bentuk pemanfaatan potensi lokal yang mudah diterapkan, sekaligus sebagai bekal keterampilan hidup,” ungkap Yanuar.
Tidak hanya aktif di gugus depan dan satuan karya, Yanuar dikenal sebagai sosok pemuda yang religius dan aktif bermasyarakat. Ia tercatat sebagai anggota tim hadroh rebana di lingkungannya.
Presentasi Yanuar yang dibarengi dengan praktik mendapat apresiasi positif. Kak Hariyanto, selaku tim penilai, menegaskan bahwa esensi dari Pramuka Garuda adalah penguasaan keterampilan yang nyata dan berdampak.
"Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Kak Hariyanto.
Kompetensi dari SKU (Syarat Kecakapan Umum) dan SKK (Syarat Kecakapan Khusus) lanjut Kak Hariyanto, hendaknya menjadi indikator objektif bahwa Pramuka benar-benar memiliki keahlian.
Beliau juga menambahkan bahwa penguasaan life skill adalah kunci bagi anggota Pramuka untuk menjadi pribadi yang, mandiri, terampil dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kak Hariyanto berharap lahir para Pramuka Garuda yang tidak sekadar unggul secara administratif, tetapi juga memiliki kompetensi nyata mengangkat martabat dan potensi lokal daerah.
Editor: Arif F