Di hadapan Kiai NU dan Muhammadiyah, Ini Komitmen Bupati Jepara Tingkatkan Gaji Guru Madrasah
JEPARA, iNewsMuria.id– Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru madrasah saat menghadiri acara buka bersama pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jepara di Gedung NU Jepara, Senin (16/03/2026).
Hadir saat bukber ini Rais Syuriah PCNU Jepara KH Khayatun Abdullah Hadziq, Ketua Tanfidziah NU KH Charis Rohman, Ketua PD Muhammadiyah Jepara KH Fahrurrozi, Kepala Kemenag Jepara H Akhsan Muhyiddin, serta jajaran Banom dan MWC NU se Kabupaten Jepara.
Dalam kesempatan tersebut, Witiarso menyampaikan pemerintah daerah terus mengupayakan agar para guru, khususnya guru madrasah, dapat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik, bahkan diharapkan mampu mendapatkan penghasilan yang setara dengan Upah Minimum Regional (UMR).
“Dari kabupaten kita anggarkan. Selain itu juga kita terus komunikasi dengan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Pak Abdul Wachid yang mitra kerjanya dengan Kemenag RI. Pak Wachid ini juga berjuang agar kesejahteraan guru madrasah bisa meningkat setara UMR," kata Witiarso didampingi Wabup Jepara Ibnu Hajar dan Sekda Ary Bachtiar.
Terkait anggaran dari kabupaten, kata Witiarso, Pemkab Jepara telah mengambil langkah konkret dengan menggulirkan program Kartu Guru Sejahtera. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
“Kami sudah berdiskusi dengan Pergunu. Melalui Kartu Guru Sejahtera ini, kita siapkan Rp25 miliar yang akan disalurkan secara bertahap,” jelasnya.
Dana tersebut akan diperuntukkan bagi sekitar 18 ribu guru madrasah di Kabupaten Jepara. Bupati juga berpesan agar proses penyaluran bantuan dilakukan secara adil dan merata.
“Silakan dibagi secara merata,” pesannya.
Witiarso menekankan kesejahteraan guru memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pendidikan. Menurutnya, penghasilan yang lebih baik akan berdampak langsung pada kebahagiaan dan semangat para pendidik dalam menjalankan tugasnya.
“Semoga ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan guru madrasah di Jepara, sehingga kualitas pendidikan keagamaan di daerah tersebut semakin maju dan punya daya saing,"
"Pemerintah pusat saat ini juga perhatian besar terhadap pendidikan termasuk kesejahteraan guru. Jadi ke depan antara guru madrasah dan swasta diproyeksikan bisa setara dengan yang dari negeri," ujarnya.
Saat sesi tanya jawab,ada sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh warga nahdliyin. Salah satunya yang disampaikan Ketua LBM NU Amiruddin. Ia menyoroti kawasan Teluk Awur hingga Semat Kecamatan Tahunan yang gelap saat malam hari lantaran lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya di wilayah tersebut padam.
Kondisi itu dikhawatirkan memicu lonjakan kecelakaan lalulintas. Terlebih marka jalan di sepanjang jalan itu juga tak lagi terlihat jelas karena berbagai faktor.
Terkait hal ini Bupati Witiarso menegaskan jika pihaknya juga akan meningkatkan kualitas layanan publik di Kota Ukir. Beberapa di antaranya perbaikan LPJU dan marka jalan yang memang termasuk prioritas yang digarap tahun ini.
"Sudah kita anggarkan ada ribuan titik lampu penerang jalan yang akan kita hidupkan agar jalan benar-benar terang," paparnya.
Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Jepara KH Khayatun Abdullah Hadziq menegaskan jika warga nahdliyin siap bersinergi dengan Pemkab Jepara dalam berbagai sektor kehidupan. Tak hanya ranah keagamaan namun juga pendidikan, kesehatan dan lainnya.
"Itu juga bagian khidmat untuk umat. Ujung dari proses ini juga untuk kemajuan Jepara, semoga tambah berkah untuk semuanya," tandasnya. (*)
Editor : Arif F