get app
inews
Aa Text
Read Next : Hingga Malam, Anggota Polresta Pati Bantu Warga Bersihkan Lumpur Pasca Banjir di Dengkek

BMKG Peringatkan Potensi Curah Hujan Ekstrem Siap Terjang Jawa Tengah Akhir Januari!

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:34 WIB
header img
Ilustrasi Siklon tropis. (Foto/doc BMKG)

JAKARTA, iNewsMuria - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada akhir Januari 2026. Langkah ini diambil setelah potensi curah hujan ekstrem diperkirakan akan mencapai angka 200 hingga 300 milimeter dalam satu dasarian terakhir.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Teguh Wardoyo, menyatakan bahwa status siaga adalah level peringatan dini tertinggi dalam sistem yang ada. “Status siaga ini menjadi peringatan dini tertinggi yang harus diwaspadai bersama oleh seluruh elemen masyarakat,” ungkap Teguh, Rabu (21/1/2026).

Wilayah yang masuk dalam zona merah siaga pada periode 21–31 Januari 2026 meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, hingga Batang. Selain itu, ancaman serupa juga mengintai wilayah Demak, Kudus, Jepara, serta Kota Pekalongan yang harus bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Tak hanya status siaga, BMKG juga menetapkan status waspada untuk sejumlah daerah lain di Jawa Tengah dengan curah hujan mencapai 200 milimeter. Daerah seperti Brebes, Cilacap, hingga Banyumas masuk dalam daftar pantauan ketat karena risiko cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Daftar wilayah waspada semakin panjang mencakup Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, serta Purworejo yang dikenal memiliki topografi rawan bencana alam. “Status waspada juga diberlakukan untuk kota-kota besar seperti Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Surakarta,” papar Teguh menjelaskan jangkauan peringatan ini.

Terkait kondisi cuaca yang mengkhawatirkan tersebut, pemerintah daerah diimbau untuk segera meningkatkan langkah mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi. Ancaman banjir bandang, genangan air yang meluas, hingga tanah longsor menjadi risiko nyata yang harus diantisipasi di titik-titik rawan.

Masyarakat diminta untuk tidak meremehkan peringatan ini dan segera melakukan persiapan evakuasi mandiri jika situasi di lapangan mulai memburuk. Pemantauan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG sangat krusial dilakukan untuk meminimalkan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.

BMKG berkomitmen untuk terus memantau dinamika atmosfer selama 24 jam guna memperbarui informasi peringatan dini sesuai perkembangan terkini. Kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi puncak musim hujan di wilayah Jawa Tengah tahun ini.
 

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut