get app
inews
Aa Text
Read Next : Setahun Program MBG, Deputi Badan Gizi Nasional Tegaskan Penguatan Ekonomi Lokal

Satgas MBG Grobogan Ungkap Hasil Pemeriksaan Laboratorium Kasus Dugaan Keracunan di Gubug

Rabu, 21 Januari 2026 | 15:09 WIB
header img
Ketua Satgas MBG Grobogan Sugeng Prasetyo menyampaikan hasil pemeriksaan laborotorium sampel makanan dalam dugaan keracunan MBG di Gubug, Rabu (21/1/2026). (Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria,id - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Grobogan menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium dalam kasus dugaan keracunan di Gubug.

Ketua Satgas MBG Grobogan Sugeng Prasetyo didampingi Sekda Anang Armunanto, Kepala Dinkes dr Djatmiko, Kepala Dinas Pangan Suwarno menjelaskan dalam kejadian tersebut ada 804 orang terdampak.

"Dimana mereka mengalami mual, muntah, pusing diare. Dari 604 orang tersebut, ada 116 orang yang dirawat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Grobogan," jelas Sugeng Prasetyo yang juga Wabup Grobogan.

Dalam kejadian tersebut, kemudian Pemkab Grobogan melalui tim Satgas MBG melakukan penyelidikan Epidemiologi (PE) dan investigasi kesehatan lingkungan serta pengambilan sampel makanan, air minum untuk pemeriksaan laboratorium.

"Hasil pemeriksaan menunjukan adanya kontaminasi bakter e-coli pada sampel air minum, nasi kuning, telur dadar, selada, timun dan tempe keripik yang disediakan SPPG Kuwaron 1, Gubug," jelas Ketua Satgas MBG Grobogan.

Langkah penanganan dalam kejadian tersebut menurut Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo, Pemerintah Daerah melalui Satgas MBG telah melakukan beberapa hal.

Diantaranya, penanganan medis seluruh korban terdampak, pembinaan pengawasan higenis sanitasi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG. 

"Kemudian melakukan penegakan SOP (Standard Operating Procedure) di masing-masing SPPG, serta memastikan adanya siklus menu antara 7 sampai 10 hari," terang Sugeng Prasetyo.

Pemkab Grobogan melalui Satgas MBG lanjut Wabup Sugeng Prasetyo, akan terus memantau dan berkoordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional atau BGN dan SPPG yang ada untuk memenuhi SOP dengan benar. 

Untuk tindak lanjut SPPG Kuwaron 1, Kecamatan Gubug yang saat ini masih ditutup, menurut Ketua Satgas MBG Grobogan Sugeng Prasetyo, Pemkab menyerahkan sepenuhnya ke BGN.

"Pemkab ikut memantau SPPG terkait sebelum mendapat izin beroperasi kembali harus sesuai dengan SOP. Saat ini masih berhenti beroperasi," tegas Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo.

Selain itu, Sugeng juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan makanan dan minuman.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut