get app
inews
Aa Text
Read Next : 118 Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan MBG, Kepala SPPG Purwosari Kudus: Kami Bertanggung Jawab

Juru Bicara BGN Meminta Maaf Terkait Masih Adanya Kasus Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis

Senin, 02 Februari 2026 | 17:21 WIB
header img
Juru Bicara BGN Hanibal Wijayanta (kiri) didampingi Tenaga Ahli Waka BGN Bidang Investigasi, Dian Fatwa di Purwodadi, Grobogan, Senin (2/2/2026). (Arif Fajar)

GROBOGAN, iNewsMuria.id - Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Hanibal Wijayanta meminta maaf kepada masyarakat terkait masih adanya kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Hanibal bersama petinggi BGN seusai acara Talkshow Interaktif MBG Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna Dewi Sri, Danyang, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Senin (2/2/2026).

"Pertama kami meminta maaf sebesar-besarnya atas apa yang terjadi. Kami tidak berusaha mengindar, tapi kami berusaha untuk memperbaiki secepatnya," jelas Hanibal kepada media.

Dalam kesempatan itu Hanibal Wijayanta didampingi Direktur Promosi dan Edukasi BGN, Dr. Gunalan dan Tenaga Ahli Waka BGN Bidang Investigasi, Komunikasi dan Media Sosial, Dian Islamiati Fatwa.

Menurut Juru Bicara BGN, adanya kejadian keracunan MBG di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Grobogan dengan korban terdampak mencapai 800 orang lebih, dimungkinan karena beberapa hal. 

"Mungkin karena bahan atau karena penanganan yang kurang tepat, kita selalu berusaha memperbaiki. Kemudian jika ada yang sakit akibat MBG, insyaallah negara membiaya semua pengobatannya," ujarnya.

Sementara Tenaga Ahli Waka BGN Bidang Investigasi, Komunikasi dan Media Sosial, Dian Islamiati Fatwa menambahkan jika terjadi insiden maka Tim Investigasi akan hadir.

Menurut Dian hal itu penting, karena BGN melakukan investigasi termasuk juga uji laboratorium. Bahkan laboratoriumnya tidak hanya satu, sehingga ada second opinion. Jadi ada dua laborotorium.

"Dari Dinas Kesehatan menurunkan hasil laboratorium, BGN juga menurunkan sendiri hasil laboratoriumnya,  sehingga mendapatkan hasil yang komprehensif," kata Dian. 

Bahwa lanjut Tenaga Ahli Waka BGN Bidang Investigasi BGN, Dian Fatwa, perlu diketahui walapun Juknis dan SOP sudah diberikan, harus dipahami bahwa tidak semua mempunyai pemahaman yang sama.

"Jadi kita di sini saling mengingatkan bahwa keamanan pangan yang utama. Bagi kami satu insiden instrumen terlalu banyak. Insiden pangan menurut pesan Presiden (Prabowo Subianto) kita tidak bisa melakukan negoisasi terhadap keamanan pangan," tambahnya.

Untuk diketahui dugaan kasus keracunan MBG di Kabupaten Grobogan terjadi di Kecamatan Gubug. Terbaru terjadi di Desa Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo diduga akibat susu.

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut