get app
inews
Aa Text
Read Next : Waduh! Seusai Konsumsi Menu MBG, Delapan Siswa SDN 2 Pulongrambe Tawangharjo Alami Sakit Perut

118 Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan MBG, Kepala SPPG Purwosari Kudus: Kami Bertanggung Jawab

Jum'at, 30 Januari 2026 | 17:37 WIB
header img
Salah seorang siswa SMAN 2 Kudus dievakuasi ke rumah sakit setelah keracunan usai makannbergizi gratis (MBG). Foto : Antara

KUDUS,iNews Muria.id-Sebanyak 118 pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan MBG usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis yang menunya nasi, ayam suwir, kuah soto, kecambah rebus, tempe goreng, dan buah kelengkeng dan dibagikan pada Rabu (28/01).

Dari ratusan siswa itu, sebanyak 46 siswa di antaranya harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun diperkirakan, jumlah siswa yang keracunan lebih dari itu. Sebab MBG yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari Kudus di sejumlah sekolah yang tersebar di berbagai desa jumlahnya ribuan.

Ketika diminta konfirmasi sejumlah wartawan, Kepala SPPG Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf. "Kami mohon maaf atas peristiwa ini dan siap bertanggung jawab," kata Nasihul Umam, seperti dikutip dari Antara, Jumat (30/1/2026).

Terpisah, Dinas Kesehatan Kudus dilaporkan telah mendatangi dapur SPPG yang menyuplai MBG ke sekolah tersebut dan mengambil sampel bahan makanan untuk diuji di laboratorium.

"Operasional SPPG Purwosari Kudus telah dihentikan sementara," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo.

Kronologi Keracunan

Insiden keracunan massal makan bergizi gratis di SMA Negeri 2 Kudus bermula dari pembagian MBG pada Rabu (28/01/2026). Pada saat itu, pihak SPPG Purwosari Kudus mengantar ribuan ompreng MBG ke sekolah tersebut sekitar pukul 11.15 WIB. Kemudian dibagikan kepada para pelajar dan guru sekira jam 11.45 WIB.

Sebelum dibagikan pada para siswa, beberapa guru merasakan ada yang tidak beres usai mengonsumsi MBG. Gejala-gejala yang mereka rasakan seperti perut sakit, mual, pusing, dan diare. Keluhan yang sama ternyata dialami sejumlah siswa.

"Setelah itu banyak siswa yang mengeluhkan perut sakit, mual, pusing, diare," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Kudus, Dwiyana, seperti dikutip Antara.

Meski demikian, lanjut Dwiyana, para siswa memaksakan diri dan tetap masuk sekolah di kemudian hari, Kamis (29/01/2026). Akibatnya, kondisi mereka malah memburuk hingga sejumlah siswa pingsan.

Petugas puskesmas bersama Dinas Kesehatan dan polisi serta TNI kemudian mendatangi sekolah karena keadaan anak-anak semakin mengkhawatirkan. Pihak sekolah juga meminta bantuan ambulans untuk merujuk siswanya ke rumah sakit di Kabupaten Kudus.

"Dari 1.178 siswa di SMAN 2 Kudus, sebanyak 118 orang dilarikan ke tujuh rumah sakit dan 46 di antaranya harus menjalani rawat inap," ungkapnya 

"Rinciannya: di RSUD Loekmono Hadi Kudus ada 28 orang yang dirawat, RS Mardi Rahayu Kudus 22 orang, RS Sarkies Aisyiyah 19 orang, RSI Kudus 14 orang, RS Kumala Siwi 13 orang, RS Kartika 9 orang, dan RS Aisyiyah 13 orang."(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut