Buntut Dugaan Keracunan MBG di Gubug, Ponpes Miftahul Huda Ngroto Akan Dirikan SPPG Mandiri
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat merebak di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sampel makanan pun telah dikirim ke laboratorium.
Hasil penjelasan Ketua Satgas MBG yang juga Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo, dari hasil laboratorium menyebutkan, para penerima MBG mengalami gejalan mual, muntah, pusing dan diare karena adanya bakteri E.coli.
Bakteri E.coli tersebut dari hasil pengujian sampel menu MBG diketahui berasal dari air, nasi kuning, telor dadar, tempe keripik, selada dan timun yang menyebabkan 804 orang terdampak.
Dari data yang diperoleh Minggu (25/1/2026) dari 804 orang terdampak menu MBG yang mengandung bakteri E.coli tersebut, sebagian besar siswa SMP, SMK Ponpes Miftahul Huda di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug.
Kondisi tersebut, menurut Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo, menjadikan Ponpes Miftahul Huda di Desa Ngroto diminta untuk mendirikan dapur SPPG secara mandiri.
Hanya saja, untuk pendirian diberi tenggang waktu 40 hari, SPPG tersebut sudah beroperasi melayani MBG untuk para santri di Ponpes tersebut yang jumlahnya 1.628 santri.
"Ponpes diminta mendirikan SPPG mandiri, saat ini sudah mulai prosesnya dan sedang percepatan agar 40 hari selesai dan bisa segera beroperasi melayani Makan Bergisi Gratis (MBG)" jelas Sugeng Prasetyo.
Dia menyampaikan, nantinya tidak hanya santri sebagai penerima MBG. Karena ada kebijakan baru, pendamping di Ponpes tersebut juga bisa menjadi penerima manfaat.
"Jumlah penerima MBG di Ponpes Miftahul Huda Ngroto tidak hanya 1,628 santri, namun pendamping juga sehingga total bisa mencapai 1.800 an penerima MBG," tuturnya.
Jika SPPG mandiri di Ponpes Miftahul Huda Ngroto beroperasi, maka menurut Wabup Sugeng Prasetyo, akan menambah jumlah SPPG yang beroperasi di Kabupaten Grobogan.
Karena Kabupaten Grobogan lanjutnya, mendapatkan kuota 150 SPPG, dari jumlah tersebut saat ini sudah ada 132 SPPG namun dari jumlah tersebut baru 112 yang sudah beroperasi.
"Jadi kuota untuk Kabupaten Grobogan ada 150 SPPG, 112 SPPG sudah beroperasi menyediakan MBG," ucapnya.
Editor : Arif F