Menteri HAM Simpulkan Menu MBG di Gubug Kurang Higienis, SPPG Jadi Sorotan
GROBOGAN,iNewsMuria.id -Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendatangi RSUD R Soedjati Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah untuk menengok pasien dugaan keracunan MBG di Gubug, Selasa (13/1/2026).
Saat bertemu pasien yang sebagian besar berasal dari Ponpes Miftahul Huda Ngroto, Kecamatan Gubug, di Bangsal Asoka RSUD Purwodadi, Menteri HAM menyempatkan berdialog dan menanyakan kondisi mereka.
Diketahui pasien yang dirawat di RSUD akibat sakit setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG di Kwaron, awalnya berjumlah 29 orang kemudian setelah mendapat perawatan, ada 16 yang sudah sembuh, sehingga pada Selasa (13/1/2026) tinggal 13 orang.
"Jadi tinggal 13 orang dari 29 yang semula dirawat. Semua pas saya tanya berkinginan tetap melanjutkan sekolah," ujar Menteri Natalius Pigai.
Lebih lanjut dikatakan Menteri HAM, dari yang disampaikan mereka (pasien dan orang tuanya) disimpulkan apa yang dimakan siswa siswi tersebut tidak atau kurang higienis. Sehingga menyebabkan mereka sakit setelah makan menu MBG yang disajikan.
"Rata-rata sakitnya sama, setelah mereka memakan makanan (MBG) yang sama dan SPPG juga sama," kata Menteri HAM Natalius Pigai.
Sehingga lanjut Menteri HAM, untuk penanganan selanjutnya atas kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Gubug, Grobogan perlu dilakukan perbaikan dan evaluasi secara profesional terhadap SPPG tersebut. Hal ini supaya ke depan tidak lagi terjadi hal yang sama.
"Karena tujuan program MBG dari Presiden itu mulia, yakni demi masa depan bangsa Indonesia yakni generasi emas sebagai generasi penerus bangsa. Tujuannya baik," ujar Menteri Natalius Pigai.
Memang diakuinya, dari Program MBG yang saat ini sudah mencapai 53 juta sasaran, ada sekitar 50-100 yang terkena seperti itu. Rata-rata 0,0017 persen, kendati demikin pemerintah akan terus memperbaikinya sehingga menghadirkan MBG yang higienis untuk para siswa sehingga tidak mengalami hal seperti ini.
"Sumber masalah dari SPPG, maka kami (pemerintah) akan melakukan perbaikan dan evaluasi, karena jika SPPG profesional dan higienis tentu akan menyajikan makanan yang lebih baik sehingga tidak ada kejadian seperti ini," tegas Menteri HAM.
Diberitakan sebelumnya ratusan siswa dari SD, SMP, SMK dan santri pondok pesantren di Kecamatan Gubug mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah bahkan mencret setelah menyantap menu MBG yang disajikan pada Jumat (9/1/2026).
Sebagian mengalami gejala mual, muntah dan mencret pada Jumat malam dan terus berlanjut hingga Sabtu (10/1/2026). Bahkan jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan terus bertambah.
Mereka dirawat di 10 fasilitas layanan kesehatan seperti di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, RSUD R Soedjati Purwodadi, RS Permata Bunda, Puskesmas Godong, Puskesmas Gubug, Puskeskam Kedungjati, Puskesmas Toroh, Puskesmas Grobogan, Puskesmas Klambu dan Puskesmas Karangrayung.
Sementara menurut Sulistiawan orang tua dari Bastian salah satu santri Ponpes Miftahul Huda, anaknya saat ini masih sakit perut akibat menyantap MBG yang disajikan pada Jumat (9/1/2026).
"Belum tahu, apakah hari ini boleh pulang atau tidak. Anak saya, perutnya masih sakit," ujarnya.(*)
Editor : Arif F