8 Kecamatan di Jepara Terdampak Bencana, Pemkab Fokus Pemulihan Warga dan Infrastruktur
JEPARA, iNewsMuria.id- Delapan Kecamatan di Kabupaten Jepara terdampak bencana. Kawasan paling parah terdampak berada di Desa Tempur Kecamatan Keling. Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan pemantauan langsung ke wilayah terdampak bencana dengan membagi tim peninjau menjadi dua wilayah.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, memimpin peninjauan di wilayah selatan, sementara Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar meninjau wilayah utara.
Witiarso didampingi Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas PUPR, dan sejumlah instansi terkait.
Sejumlah titik yang dikunjungi antara lain Desa Ngetuk dan Pringtulis Kecamatan Nalumsari, Pelemkerep dan Kuanyar Kecamatan Mayong, Robayan Kecamatan Kalinyamatan, Gerdu Pecangaan hingga Bongpes.
Bupati Witiarso Utomo menyampaikan saat ini terdapat delapan kecamatan yang terdampak bencana. Namun kondisi berangsur membaik, meskipun Desa Tempur masih menjadi wilayah paling terdampak.
“Alhamdulillah kondisi sudah lumayan membaik. Di Tempur, logistik aman, listrik sudah menyala, dan jika cuaca mendukung, hari ini kami mulai membangun badan jalan agar alat berat bisa naik,” ujar Bupati.
Dia memastikan pemerintah menyiapkan anggaran sesuai kebutuhan penanganan bencana. Pemkab Jepara akan mengoptimalkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), dukungan CSR, serta bantuan dari masyarakat.
“Tahun ini kita punya anggaran sekitar Rp5 miliar. Saya rasa cukup untuk membiayai kebutuhan penanganan saat ini,” jelasnya.
Akses menuju Tempur kini dapat dilalui sepeda motor dan pengiriman logistik sudah kembali berjalan. Dapur umum tersedia untuk membantu warga Tempur dan Damarwulan. Kebutuhan kesehatan dan obat-obatan juga tercukupi.
Selain penanganan warga, Pemkab Jepara juga melakukan peninjauan sungai yang mengalami luapan dan sedimentasi. Beberapa di antaranya akan diusulkan penanganan melalui BBWS, sementara sebagian ditangani langsung daerah.
“Pak Sekda dan Dinas PUPR dalam minggu ini akan ke Jakarta untuk komunikasi percepatan recovery agar banjir segera surut,” tambahnya.
Saat ini, lanjut Bupati, Dinas PUPR tengah menghitung kerusakan infrastruktur yang terdampak. Untuk area persawahan yang terendam, pemerintah memprioritaskan percepatan pengeringan agar lahan pertanian dapat segera terselamatkan.
"Kita fokus mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak ditangani dengan maksimal," tandasnya. (*)
Editor : Arif F