get app
inews
Aa Text
Read Next : STOVIX, Inovasi Siswa SMA 1 Jepara Berbasis Smartphone, Bermanfaat Cegah Kebakaran

Tempat Sampah Modern Segera Dibangun di Jepara, Kapasitas 100 Ton Per Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 16:49 WIB
header img
Bupati Jepara Witiarso Utomo menanam Cemara Laut di kawasan pesisir Pantai Bandengan di sela-sela kegiatan HPSN 2026, Selasa (24/2).

JEPARA, iNewsMuria.id– Persoalan sampah di Kabupaten Jepara bakal ditangani dari hulu hingga hilir. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) berkapasitas 100 ton per hari segera dibangun untuk mengatasi sampah di Kota Ukir.

Komitmen ini ditegaskan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Pantai Tirta Samudera Bandengan, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini diawali dengan penanaman 20 pohon di kawasan pesisir, terdiri dari 10 pohon cemara laut dan 10 pohon ketapang. Penanaman ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga ekosistem pantai dari ancaman abrasi.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan peringatan Hari Peduli Sampah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan gerakan kolektif yang harus diwujudkan dalam aksi nyata.

“Kegiatan ini menjadi gerakan bersama untuk menjawab persoalan nyata yang kita hadapi setiap hari, yaitu sampah,” ujar Witiarso, Selasa (24/02/2026).

Bupati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Jepara tidak tinggal diam. Sepanjang tahun 2023–2024, telah dibangun 14 unit Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah.

Selain itu, kapasitas pengolahan sampah terus ditingkatkan. Saat ini, lebih dari 28 ribu ton sampah per tahun berhasil diolah menjadi kompos dan bahan baku daur ulang.

Mulai tahun 2026, Pemkab Jepara juga akan memperkuat kebijakan pengurangan residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada sistem penimbunan sampah.

Tak hanya fokus pada pengurangan dan daur ulang, Pemkab Jepara juga mulai mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Bupati mengungkapkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan investor pengolahan sampah menjadi energi, termasuk perusahaan teknologi lingkungan dari Tiongkok. Kerja sama ini diarahkan untuk mengolah residu menjadi energi terbarukan.

“Ke depan, residu tidak lagi hanya ditimbun. Residu akan diproses dengan teknologi,” tegasnya.

Jepara juga akan mendapatkan dukungan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) berkapasitas 100 ton per hari sebagai hibah dari Kementerian PUPR. 

Fasilitas ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Meski demikian, Witiarso menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, kunci keberhasilan tetap terletak pada perubahan perilaku masyarakat.

“Ini adalah langkah strategis. Tapi saya tegaskan, bahwa teknologi tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku,” pungkasnya. (*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut