get app
inews
Aa Read Next : Home Industry Narkoba di Semarang Digerebek Polisi dan Bea Cukai, Dua Orang Diamankan

Razia Digelar Petugas Gabungan, Jaring 9 PGOT yang Berkeliaran di Grobogan

Kamis, 16 November 2023 | 10:40 WIB
header img
Petugas gabungan menggelar razia PGOT (pengemis gelandangan dan orang terlantar di sejumlah lokasi di Kabupaten Grobogan. (Istimewa)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Razia yang digelar petugas gabungan berhasil menjaring 9 PGOT atau pengemis, gelandangan dan orang terlantar di sejumlah lokasi di Kabupaten Grobogan, Rabu (15/11/2023).

Petugas yang terlibat dalam razia tersebut berasal dari Polres Grobogan, Satpol PP, Dinsos, DP3AKB dan RSUD Soedjati Grobogan. PGOT yang diamankan terdiri dari 8 pengemis dan 1 ODGJ.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi sosial bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya bukan korban HIV/AIDS dan NAPZA diluar panti sosial.

Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan melalui Kasat Binmas AKP Abas menjelaskan, PGOT yang terjaring dalam razia tersebut, dibawa ke rumah penampungan (shelter) Dinsos Grobogan.

“Mereka kemudian didata dan diberikan pembinaan. Agar tidak mengulangi lagi perbuatannya menggelandang,” jelas Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Abas.

Menurut Kasat Binmas, razia PGOT itu rutin dilakukan agar tercipta kamtibmas. Mengingat keberadaan mereka sering mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat di Grobogan.

Polres Grobogan menurut AKP Abas akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam razia PGOT. Hal ini, agar tercipta kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya menjelang Pemilu 2024.

“Masyarakat sebaiknya tak lagi memberikan uang kepada gelandangan dan pengemis. Agar jumlah mereka tidak terus meningkat di Grobogan,” tambah AKP Abas.

Secara terpisah, Kasi Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Grobogan, Yuli Herawati menjelaskan sembilan orang tersebut mayoritas pernah terjaring dalam rasia sebelumnya. 

“Sebagian besar pernah terjaring razia serupa. Memang ada yang baru yakni seorang ibu yang ditemukan di pinggir jalan oleh petugas,” ujar Yuli Herawati. 

Sebenarnya, lanjut Yuli, mereka yang pernah terjaring dalam razia PGOT sebelumnya sudah mendapatkan pembinaan dari Dinas Sosial. Namun entah kenapa memilih kembali ke jalan.

“Setelah didata dan dibina, Disnos akan memanggil pihak desa dan keluarganya untuk menjemput ke shelter. Semoga mereka tidak lagi menggelandang,” imbuh Yuli. (*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut